Aku dan Islam

Perjalanan Mencari Kebenaran Sejati

Etika Menonton Televisi Untuk Anak-Anak

Posted by anurachman pada Juli 21, 2009

Menonton televisi seperti sudah menjadi kebiasaan yang tidak bisa terlewatkan. Televisi itu sendiri pun agaknya sudah menjadi salah satu barang elektronik yang cukup penting di dalam sebuah rumah. Saat sarapan, belajar, waktu senggang, dihabiskan di depan televisi. Tidak hanya anak-anak, tapi juga orangtuanya.

Televisi diposisikan sebagai sumber penting bagi kehidupan anak kita; pengajar, babysitter, penghibur, penjual, dan sebagainya. Semua terangkum jadi satu. Apakah ini berarti kekuatan TV dalam kehidupan anak-anak kita semakin tak terkendali? Jawabannya ada pada kita, para orangtua.

TV ibarat obat, bisa menyembuhkan atau justru menjadi racun. Bertindaklah cepat dan cermat agar pengaruh TV tidak mengalahkan kekuatan kita sebagai orangtua.

Lantas, apa yang bisa kita lakukan? Berikut tips-tipsnya:

Ubah kebiasaan
Banyak anak telah menjadi pecandu TV sejak berusia 2 tahun. Kebiasaan berbahaya ini hanya bisa diubah dengan cara menggantinya dengan kebiasaan baru yang tentu lebih positif. Lakukanlah perubahan itu setiap hari, meski hanya hal kecil, misalnya membaca. Bimbinglah anak untuk menemukan keajaiban dari membaca, terutama sejak mereka berusia dini.

Tempatkan TV di ruangan yang jarang digunakan
Jauhkan TV dari ruangan yang sering digunakan untuk aktivitas keluarga. Hal ini membuat anak akan jarang menonton TV.

Rencanakan satu malam dalam sepekan tanpa TV
Konsekuensinya, Anda harus punya alternatif kegiatan, bisa bersama keluarga atau memilih waktu untuk sendiri. Bersama anak-anak, Anda bisa bermain puzzle, scrabble, ataupun monopoli. Anak akan terhindar dari kecanduan TV jika Anda punya sesuatu yang menyenangkan ketimbang menonton TV.

Hindari memanfaatkan TV seperti babysitter
Anda tentu tidak akan membiarkan anak Anda dijaga atau diasuh oleh orang asing. TV hanyalah benda mati. Ia tidak akan bisa bereaksi saat anak menangis butuh bantuan, juga tidak bisa berkata-kata saat anak ketakutan.

Rencanakan lebih dulu apa yang ingin ditonton
Dengan panduan ber-televisi, tentukan apa yang Anda dan anak-anak akan tonton setiap malam. Jangan menyalakan TV hanya untuk melihat program apa yang sedang tayang. Bantulah anak untuk merencanakan tayangan TV apa yang dirancang khusus sesuai usia, ketertarikan, dan tingkat kedewasaan mereka.

Menonton tanpa anak-anak
Menonton TV tanpa anak menjadi kesempatan Anda untuk melihat perkembangan tayangan TV yang ada. Nilailah mana yang baik menurut nilai dan tradisi keluarga Anda.

Bantu anak membedakan kenyataan dan keyakinan
Jelaskan ke mereka bahwa teror dan kejahatan dalam tayangan TV hanyalah akting belaka dan bukan kekerasan dalam kehidupan nyata.

Diskusi iklan junk food
Bantu anak untuk melihat kenyataan bahwa sebenarnya iklan coba merayu mereka untuk menghabiskan uang dengan cara membeli sesuatu yang tidak sehat, seperti junk food. Beri kesempatan kepada anak untuk ikut memilih makanan yang bergizi untuk keluarga.

Panduan tersebut mungkin terasa berat di awal untuk memulai suatu perubahan. Pilihlah satu atau dua poin yang menurut Anda pas diterapkan dalam keluarga. Jika perlu, catat daftar panduan tersebut dan letakkan di pintu lemari es untuk dipraktikkan tiap pekannya.

www.sekeluarga.com

7 Tanggapan to “Etika Menonton Televisi Untuk Anak-Anak”

  1. sari said

    nais inpo gan!

  2. oRiDo™ said

    memang nih,
    kalo sudah urusan sama kotak ajaib itu, anak2 susah di atur..
    tips yang di sampaikan di sini benar bisa menjadi penjaga anak2 dari dampak buruk TV..

  3. abisabila said

    jujur, sejauh ini belum bisa ‘menyingkirkan’ televisi dari dalam rumah. tapi Alhamdulillah, televisi dirumah ‘tidak bisa menerima’ tayangan sinetron ( meski terkadang bocor-bocor dikit juga )

  4. bener banget ulasannya…alhamdulillah, tivi di rumah lebih banyak untuk memutar vcd, itupun frekuensinya berkurang sejak anakku mengenal komputer. Kata kuncinya adalah : dampingi selalu…

  5. &nix said

    goog info, klo aku lebih protektif lagi krn seharian anak sama ‘mbak’nya, tv tidak boleh disetel hanya utk cd/dvd yg aku pilihkan aja yg boleh disetel. Siapa mau coba…??

  6. alhamdulillah kita memang jarang nonton tv.kalo anak dulu sering sya liat vcd2 tentang pendidikan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: