Aku dan Islam

Perjalanan Mencari Kebenaran Sejati

Dzikrul Maut

Posted by anurachman pada Juli 1, 2009

Ingatlah kematian. Demi Dzat yang nyawaku berada dalam kekuasaan-Nya, kalau kamu mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kamu akan tertawa sedikit dan banyak menangis. (Rasulullah saw)

Ada seorang teman yang rajin beribadah. Sholatnya tak lepas dari linang air mata, tahajud tak pernah putus, bahkan anak dan istrinya pun diajak pula berjamaah di masjid. Selidik punya selidik, ternyata saat itu dia sedang menanggung utang. Di antara ibadah-ibadahnya itu dia selipkan doa-doa agar utangnya segera terlunasi. Selang beberapa lama, alhamdulillah Allah berkenan melunasi utang teman tersebut.

Sayangnya begitu utang terlunasi, doanya mulai jarang serta hilang pula motivasi ibadahnya. Awalnya, kalau kehilangan sholat tahajud ia sedih bukan main. Lama-kelamaan ia malah senang karena jadwal tidur menjadi cukup. Sebelum adzan biasanya sudah ke masjid, tapi akhir-akhir ini datang ke mesjid justru ketika adzan. Hari berikutnya ketika adzan tuntas baru selesai wudhu. Lain lagi pada besok harinya, ketika adzan selesai justru masih di rumah, hingga akhirnya ia pun memutuskan untuk sholat di rumah.

Saudaraku sahalus-halus kehinaan di sisi Allah adalah tercerabutnya kedekatan kita dengan-Nya. Awalnya terlihat dari menurunnya kualitas ibadah. Ilmu yang dapat membuatnya takut kepada Allah tidak bertambah. Maksiat pun mulai dilakukan. bila Imam Ibnu Athaillah berkata, Rontoknya iman ini akan terjadi pelan-pelan, terkikis-kikis sedikit demi sedikit sampai akhirnya tanpa terasa habis tanpa tersisa.

Kalau ibadah sudah tercerabut satu persatu, maka inilah tanda mulai tercerabutnya hidayah dari Allah. Selanjutnya mudah ditebak, ketahanan penjagaan diri menjadi blong, kata-katanya tak lagi terjaga, mata jelalatan tidak terkendali, emosi pun mudah membara. Apalagi tatkala shalat, yang merupakan benteng dari perbuatan keji dan munkar, mulai lambat dilakukan atau bahkan mulai ditinggalkan. Ibadah yang lain nasibnya tak jauh beda, hingga akhirnya meningallah ia dalam keadaan hilang keyakinannya kepada Allah. Inilah yang disebut su’ul khatimah (jelek di akhir), naudzhubillah. Apalah artinya hidup kalau berakhir tragis seperti ini.

Kita bisa mengambil hikmah dari kisah tersebut. Mengingat mati sangat efektif dalam mengerem perbuatan maksiat kita. Bagaimana kalau tiba-tiba kita mati, padahal kita sedang maksiat? Tidak takutkah kita mati su’ul khatimah? Ternyata ingat mati menjadi bagian yang sangat penting setelah doa dan ikhtiar dalam memelihara iman di hati.

Rasulullah saw mengingatkan para sahabat untuk mengingat kematian. Suatu hari beliau mendapati sekumpulan orang yang sedang tertawa-tawa. Beliau bersabda, Ingatlah kematian. Demi Dzat yang nyawaku berada dalam kekuasaan-Nya, kalau kamu mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kamu akan tertawa sedikit dan banyak menangis.

Mengingat mati akan membuat kita lebih terkendali. Ada semacam rem untuk tidak melakukan maksiat. Kita pun akan lebih terarahkan untuk melakukan hanya yang bermanfaat saja. Kalau kita lihat para ‘arifin dan salafus shalih, mengingat mati bagi mereka, seumpama seorang pemuda yang menunggu kekasihnya. Di mana seorang kekasih tidak pernah melupakan janji kekasihnya. Menjelang kematiannya, Sahabat Hudzaifah berkata lirih, “Kekasih datang dalam keadaan miskin. Tiadalah beruntung siapa yang menyesali kedatangannya. Ya Allah, jika Engkau tahu bahwa kefakiran lebih aku sukai daripada kaya, sakit lebih aku sukai daripada sehat, dan kematian lebih aku sukai daripada kehidupan, maka mudahkanlah bagiku kematian sehingga aku menemui-Mu. Semoga kita digolongkan Allah SWT sebagai orang yang akan memperoleh khusnul khaatimah sebagai pengendali.  (KH Abdullah Gymnastiar)

Disunting dari www.syahadat.com

10 Tanggapan to “Dzikrul Maut”

  1. alex said

    AAAmiiiiiiiiiiiiiin ya ALLAH..
    semoga engkau ya illahi robbi berkenan mengampuni dosa kami.

  2. aisha said

    amiin…ya Allah, sungguh kami mohon ampunan dan kasih sayang dari-Mu. lindungan kami dari kematian su’ul khotimah. berilah rahmat pada kami ummat-Mu dimanapun kami berada. peliharalah hati dan iman kami sampai kami bisa bertemu dengan-Mu kelak. amiin…

  3. ahmad yani said

    maha benar Allah dengan segala firmannya,Allah tempat bermohon dan tempat berlindung.Rasullulah merupakan manusia pilihan yang sengaja di ciptakan Allah sebagai sarana pemberian ajaran Illahiah yang paling sempurna,semoga kita selalu dalam kafilah yang selalu di beri petunjuk dan perlindungan.

  4. tri muhanafi said

    ya Allah janganlah engkau cabut HidayahMu ..Ampunilah hambaMu yang hinan ini! Amiin.

  5. ATDA said

    ya Allah hamba mohon berikanlah Hidayah-Mu, hamba tdk ingin meninggal dlm keadaan su’ul khotimah..ampuni dosa hamba ya Allah, kembalikan hamba pada jalan-MU, amin Ya Rabbal A’lamiin..

  6. wie said

    Amin.
    Maha Benar Allah dengan segala Firmannya.
    Sholawat serta salam atas junjungan kita nabi besar Muhammad SAW, sahabat dan keluarga.

  7. Abu Muhannad said

    saudaraku smua…
    doakanlah aku, agar aku segera menikah dgn hidayati ramadhan. amin

  8. Thank for all said

    Ya Rabb
    ajari kami memaafkan walau disakiti.
    Ajari kami menangis walau kami berlimpah harta
    Ajari kami mencintaiMu biar kami slalu mengingatMU dalam tiap hembusan nafas. AMIIN

  9. Aisha Nadhif said

    Ya Rabb
    kuyakin Engkau Maha Mengetahui.
    Kuyakin Engkau Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
    Namun hamba sungguh takut bila jauh dariMU walau seperJuta detik. Walau hamba tak pantas meminta, kumohon
    Bimbinglah hambamu yg hina ini kejalan peneranganMU YA Rabb.. Amiin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: