Aku dan Islam

Perjalanan Mencari Kebenaran Sejati

Menikah Dengan Yang Sekufu

Posted by anurachman pada Juni 23, 2009

Ditulis Oleh ai (syahadat.com)

Menikah merupakan suatu hal yang sakral, bukan hanya bertujuan membuat sebuah keluarga baru namun juga ibadah seseorang dalam menyempurnakan dien-nya. Seorang wanita ingin menikah dengan lelaki yang sesuai dengan kriterianya, karena pria adalah sosok yang diharapkan menjadi pemimpinnya yang bisa membawa ia dan keluarganya kepada kebaikan dunia dan akhirat. Ada pula pihak wanita yang mengingingkan calon suami yang sekufu dengannya dan keluarganya.

Menikah dengan yang sekufu merupakan salah satu cara mewujudkan pernikahan yang bahagia. Sekufu bisa dibilang sederajat dengan harkat, martabat dan hidayat. Namun saat ini banyak yang salah mengartikan bahwa sekufu itu haruslah dilihat dari segi materi atau derajatnya saja. Persamaan tingkat/derajat bukanlah syarat dalam pernikahan, meski kufu merupakan hak pihak wanita dan walinya.  Keduanya berhak menilai dan memutuskan, apabila calon suami dipandang lebih rendah derajatnya (status sosialnya) maka mereka berhak menolaknya.

Persamaan tingkat itu dapat ditinjau dari lima segi:

  1. Agama. Seorang wanita muslim tidak setingkat dengan kafir.
  2. Merdeka. Seorang yang merdeka tidak setingkat dengan budak.
  3. Keturunan. Seorang dari keluarga yang saleh tidak setingkat dengan keluarga yang fasik.
  4. Kehormatan dan kesucian diri. Wanita terhormat dan bersih dari noda dosa tidak setingkat dengan pria pemauk atau penjudi.
  5. Status sosial. Pria yang pekerjaannya rendah tidak setingkat dengan wanita anak dari orang terpandang kedudukannya.

Firman Allah swt: “Laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik; dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki yang musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas orang-orang yang mukmin. (QS. An-Nur:3)

Dari persamaan tingkat tersebut, sekufu dalam menikah lebih dititik beratkan kepada agama. Agama yang mencakup keimanan dan akhlak seseorang tetaplah hal utama ketika memilih calon pendamping.

Wallahu a’lam.

3 Tanggapan to “Menikah Dengan Yang Sekufu”

  1. hemM

  2. Sukron tambahan ilmunya..jajakallahu khoir.

  3. semoga jodohku sekufu,amin..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: