Aku dan Islam

Perjalanan Mencari Kebenaran Sejati

Pendidikan Islam

Posted by anurachman pada Mei 12, 2009

Ilmu adalah harta titipan terbesar bagi seorang manusia, yang wajib untuk dicari, dijaga, dan diamalkan. Karena, dengan ilmu inilah seoang manusia akan mampu bertahan hidup dengan baik, mengenal dirinya, mengenal Rabb-nya, mengerti tugas, tujuan, dan kewajiban di dalam kehidupan. Ilmu adalah salah satu faktor penting yang turut menentukan nilai seseorang baik dunia maupun di akhirat.

” ….Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan, Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS Al Mujaadilah (58) : 11)

Pendidikan adalah titik tolak yang akan menghantarkan seseorang untuk mendapatkan ilmu pengetahuan. Dengan adanya sistem pendidikan, maka proses belajar mengajar dan penyerapan ilmu akan berjalan dengan lebih fokus dan terarah. Banyak sistem pendidikan yang kini telah dipraktekkan di seluruh dunia, baik pendidikan formal maupun pendidikan informal. Adapun pendidikan yang sepatutnya diutamakan bagi umat muslim adalah pendidikan Islam, yaitu sistem pendidikan yang sesuai dengan kaidah-kaidah Islam.

Pendidikan Islam adalah sebuah sistem pendidikan yang di dalamnya terdapat keseimbangan pemberian materi antara materi agama Islam dengan materi umum, antara materi ukhrowi dengan materi yang bersifat keduniawian. Tidak berat sebelah, dan tidak semata mengarah kepada pemberian ilmu pengetahuan umum.

Di dalam pendidikan Islam terdapat 3 (tiga) tahapan kegiatan, yaitu: tilawah (membacakan ayat Allah), tazkiyah (mensucikan jiwa) dan ta’limul kitab wa sunnah (mengajarkan al kitab dan al hikmah). Ketiga unsur ini haruslah senantiasa menyandingi proses pendidikan dan materi-materi umum yang diberikan. Segala bentuk materi umum yang diberikan hendaknya semaksimal mungkin juga harus diberikan pandangannya dari sudut agama (Islam). Sehingga, materi umum tersebut dapat turut meningkatkan kualitas iman dan islam seorang muslim. Hal ini sesuai dengan sistem pendidikan islam yang telah dibawa dan dijalankan oleh Rasulullah saw, yang dapat mengeluarkan umat manusia dari zaman jahiliyah menuju zaman yang islami.

Pendidikan seyogyanya mempunyai ciri pembentukan pemahaman Islam yang utuh dan menyeluruh, pemeliharaan apa yang telah dipelajarinya, pengembangan atas ilmu yang diperolehnya dan agar tetap pada rel syariah. Hasil dari pendidikan Islam akan membentuk jiwa yang tenang, akal yang cerdas dan fisik yang kuat serta banyak beramal. Insya Allah, pendidikan Islam akan menuntun ilmu-ilmu umum menjadi lebih bermanfaat di dunia dan di akhirat kelak. Pendidikan Islam adalah penyeimbang pada semakin kompleks-nya permasahan kehidupan.

Pendidikan Islam tidak hanya mengarah pada salah satu aspek yang terdapat dalam diri manusia (misalnya aspek fisik saja, atau pikiran saja). Pendidikan Islam adalah sebuah sistem pendidikan yang menrambah seluruh aspek, baik ruhiyah, fikriyah (pemahaman/pemikiran) maupun amaliyah (aktivitas). Nilai Islam ditanamkan dalam individu membutuhkan tahpan-tahapan, dan  selanjutnya dikembangkan kepada pemberdayaan di segala sektor kehidupan manusia. Potensi yang dikembangkan kemudian diarahkan kepada pengaktualan potensi dengan memasuki berbagai bidang kehidupan. Pendidikan Islam inilah yang akan menjadi pembersih pada seluruh kegiatan kehidupan.

Pendidikan Islam adalah pendidikan yang bersumber pada Al Quran dan As Sunnah. Al Quran dan As Sunnah merupakan rujukan utama dalam pengajaran, yang akan membentuk masyarakat terdidik, yang akan menyadari tugas, tujuan, dan kewajiban hidup yang dilimpahkan oleh Allah swt. Dengan demikian, niscaya kehidupan mereka akan selamat di dunia dan akhirat. Hasil ilmu yang diperolehnya adalah kenikmatan yang besar, yaitu berupa pengetahuan, harga diri, kekuatan dan persatuan.

“Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR.Muslim)

Pada dasarnya, pendidikan Islam memiliki tujuan utama, yaitu agar manusia memiliki gambaran tentang Islam yang jelas, utuh dan menyeluruh.  Pencapaian tujuan tersebut kemudian akan berpengaruh kepada penampilan, sikap, tingkah laku dan amalnya sehingga menghasilkan akhlak yang baik. Akhlak ini perlu dan harus dilatih melalui latihan membaca dan mengkaji Al Qur’an, sholat malam, shaum (puasa) sunnah, berhubungan kepada keluarga dan masyarakat.

Pendidikan Islam yang ditanamkan sejak dini insya Allah akan lebih mudah terserap dan bertahan. Dan semua itu juga tidak terlepas dari kemauan pendidik dan terdidik untuk senantiasa mengaplikasikan ilmunya dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga menjadi sebuah kebiasaan yang akan sangat sulit untuk ditinggalkan.


Kesinambungan dalam Pendidikan Islam

Dalam bahasa Arab, pendidikan Islam disebut tarbiyah Islamiyah, yang merupakan hak dan kewajiban dalam setiap insan yang ingin menyelamatkan dirinya di dunia dan akhirat. Hal ini sejalan dengan sabda Rasulullah SAW:

“Tuntutlah ilmu dari buaian sampai akhir hayat.” (HR. Bukhari)

Dalam menuntut ilmu tidak memandang tingkatan usia. Menuntut ilmu bukanlah kewajiban yang hanya diwajibkan kepada pemuda atau orang tua saja. Menuntut ilmu bukan hanya kewajiban laki-laki atau perempuan saja. Di dalam Islam, menuntut ilmu adalah kewajiban bagi umat muslim, baik laki-laki maupun perempuan.

Di dalam pendidikan Islam dikenal istilah kesinambungan dalam menuntut ilmu. Artinya, ilmu tersebut tidak boleh berhenti pada satu kaum atau pihak tertentu. Islam mewajibkan umatnya untuk menuntut ilmu. Selain itu, islam juga mewajibkan umatnya untuk menyampaikan ilmu tersebut kepada orang lain. Semakin banyak ilmu yang kita miliki, maka akan semakin besar pula tanggung jawab kita untuk meneruskan ilmu tersebut. Inilah yang disebut dengan kesinambungan di dalam pendidikan Islam, agar ilmu tersebut terus berputar dan menjadi petunjuk bagi umat manusia.

Adanya kesinambungan di dalam pendidikan Islam, merupakan sebuah usaha untuk menunaikan pertanggung jawaban yang kelak akan diminta di akhirat nanti. Karena, pada dasarnya ilmu yang kita miliki akan ditanya dari mana mendapatkannya, bagaimana caranya, dan dipergunkaan untuk apa. Untuk itulah, maka islam mengajarkan kesinambungan dalam menuntut ilmu.

Adapun kesinambungan yang diajarkan di dalam pendidikan Islam ini bukanlah hal yang mudah untuk dicapai. Ada beberapa hal yang hendaknya dipenuhi oleh seorang terdidik maupun pendidik, sehingga kesinambungan pendidikan Islam ini dapat berjalan dengan baik. Agar pendidikan islam dapat berjalan dengan berkesinambungan, maka minimal seorang terdidik dan terdidik haruslah memiliki sikap sebagai berikut:

1. Istiqomah

Salah satu sifat yang pasti akan kita dapatkan manakala menuntut ilmu adalah berlelah-lelah. Untuk itulah, maka setiap penuntut ilmu maupun penyampai ilmu dituntut untuk senantiasa ber-istiqomah dan bersabar.

“Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (QS. Hud (11) : 112

“Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.” (QS. Al Kahfi (18) : 28)

“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan ni’mat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena ni’mat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.” (QS. Ali Imran (3) : 103)

2. Disiplin dalam tanggung jawab

Ilmu bukanlah sesuatu yang dapat kita peroleh dengan seenaknya. Salah satu hal yang perlu kita lakukan dalam mengajar dan belajar adalah memiliki disiplin dan tanggung jawab. Sekiranya salah satu dari kita tidak hadir, maka akan mengganggu proses belajar. Apabila kita sering bolos sekolah, apakah kita akan mendapatkan ilmu yang maksimal. Kita akan tertinggal dengan teman-teman kita, demikian pula dengan guru, apabila ia sering membolos tentu anak didiknya tidak akan maju karena pelajaran tidak bertambah. Disiplin dan tanggung jawab kedua pihak ini memiliki peranan yang sangat penting dalam proses belajar dan mengajar.

3. Menyuruh memainkan peran dalam pendidikan

Hendaknya, kita senantiasa mengaplikasikan peranan sebagai seorang guru dalam setiap keadaan. Maksudnya adalah senantiasa menampilkan segalan bentuk aktivitas yang mendidik, yang didasari dengan ilmu. Senantiasa bersikap sebagai seorang guru akan memberikan tuntutan untuk senantiasa berinstrospeksi. Dengan demikian, ilmu yang dimiliki tidak hanya terpendam dan mati.

Pendidikan Islam adalah sistem pendidikan yang wajib diterapkan dan dipilih oleh seorang muslim. Karena, pendidikan islam adalah sistem pendidikan yang merujuk pada Al Quran dan As Sunnah. Dan hendaknya, sudah waktunya pula bagi umat islam untuk semakin meningkatkan kualitas pendidikan islam. Hanya dengan jalan itulah maka pendidikan islam dapat berjalan dan menjadi sasaran utama umat islam. Dengan demikian, umat islam akan menjadi umat yang terbaik melalui sistem pendidikan islamnya.

www.syahadat.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: