Aku dan Islam

Perjalanan Mencari Kebenaran Sejati

Belajar dari Anak

Posted by anurachman pada Mei 11, 2009

Anak adalah anugerah yang tidak ternilai. Banyak hal yang menyenangkan dapat kita nikmati bersama dengan anak. Bahkan kita bisa memperoleh pelajaran baru dari si buah hati. Banyak hal yang belum kita ketahui dan belum kita laksanakan dapat muncul saat kita bercengkerama dengan anak kita.

Melihat anak-anak bagaikan melihat “buku berjalan” yang mengajarkan kita berbagai hal. Sejak dalam kandungan hingga anak tersebut lahir dan tumbuh, kita dapat menelaah banyak pelajaran penting yang bermanfaat dalam kehidupan. Sekaligus hal ini sebagai pengingat bagi kita untuk menjalani hidup dengan lebih arif dan bijak, serta menjadikan kekuatan tersendiri dalam mengarungi berbagai cobaan kehidupan.

Pelajaran pertama dari anak sudah mulai kita peroleh saat si anak masih berada dalam kandungan. Kita memperoleh pelajaran untuk mampu bersabar menjalani segala proses awal kehamilan dengan penuh kehati-hatian dan kesungguhan agar anak yang ada dalam rahim tumbuh sempurna, sehat jasmani dan rohaninya. Suamipun disadarkan untuk mampu bertanggung jawab, lebih sayang kepada istrinya, menjaga istri dengan penuh kesabaran sambil terus memberikan motifasi agar istri mampu bertahan dalam kondisi tubuh yang semakin lemah dan bertambah lemah dalam menjalani proses kehamilan.

Prosesi kelahiran merupakan moment yang sangat menentukan bagi sebuah rumah tangga. Pada saat ini, orang tua setidaknya mendapat satu pelajaran penting, yaitu kepasrahan kepada Yang Maha Kuasa. Pada proses inilah, seorang manusia baru hadir di tebgah-tengah keluarga.

Begitu anak lahir, pelajaran baru segera kita dapatkan. Demikian jelas tahap demi tahap perkembangan kehidupan dapat kita saksikan, yang menyadarkan kepada kita bahwa kehidupan kita berawal dari segala keterbatasan. Bahwa ketika kita baru lahir, hanyalah menangis dan tersenyum yang kita mampu. Hal ini mengingatkan kita bahwa sebenarnya kita ini adalah makhluk yang lemah dan tidak memiliki daya sedikitpun, dan membutuhkan orang lain untuk dapat menjalani kehidupan ini dengan baik.

Saat anak mulai mampu menggerakkan tangan, dan senantiasa berusaha untuk meraih segala yang ada di hadapannya, dan tak akan berhenti bergerak bila benda yang diinginkan belum didapat, kita peroleh pelajaran untuk bersikap optimis. Pantang menyerah dalam setiap usaha. Begitu pula ketika anak mulai belajar duduk dan berjalan, walaupun dia jatuh bangun dia tak putus asa, hingga dia mampu duduk dengan sempurna, bisa merangkak, bisa berdiri kemudian bisa berjalan dan bahkan berlari.

Ketika anak mencoba merasakan segala jenis makanan yang terhidang, tanpa tahu mana yang enak mana yang tidak, mana yang asin mana yang manis, mana yang pedas dan mana yang asam, kita diajari untuk selalu ingin tahu terhadap segala sesuatu. Begitu pula ketika anak mulai bisa berbicara. Apapun yang menurutnya baru, akan dia tanyakan hingga panjang lebar sampai dia memperoleh jawaban yang memuaskan.

Anakpun mampu mengajarkan kepada kita untuk menjadi pemaaf dan bukan pendendam. Lihatlah apa yang dia lakukan beberapa saat setelah kita memarahinya. Dia akan tetap bermanja-manja kepada kita, seolah-olah tidak pernah terjadi apa-apa. Juga ketika dia bertengkar dengan sesama kawan bermainnya, maka beberapa saat kemudian dia akan segera bermain bersama kembali tanpa menampakkan bekas pertengkaran.

Begitu banyak pelajaran yang dapat kita petik dari anak-anak kita. Karena itu, sudah menjadi kewajiban kita untuk mendidik mereka dengan baik, sebagaimana kita dapat belajar banyak hal dari kepolosan mereka. Ingatlah, bahwa anak-anak itu laksana kertas putih yang belum ada goresan sedikitpun. Menjadi tugasa kita untuk mengisi kertas tersebut dengan hal-hal yang baik, sehingga kelak anak kita dapat menjadi anak yang berbudi pekerti tinggi dan berguna bagi semua.
Sumber: kafemuslimah.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: