Aku dan Islam

Perjalanan Mencari Kebenaran Sejati

Suami Istri Wajib Kompak

Posted by anurachman pada Mei 8, 2009

Dalam keluarga kita sering menemukan pertengkaran antara suami dan istri. Pertengkaran ini biasanya dipicu oleh hal-hal yang cukup sepele. Suami sering marah karena istrinya tidak dapat mengatur keuangan, misalnya. Atau istri marah-marah kalo suami tidak mau ikut serta mengurus anak. Sebenarnya hal-hal seperti ini timbul karena kurangnya pemahaman yang dimiliki oleh masing-masing pihak.

Baik suami maupun istri memiliki peran masing-masing dalam keluarga. Suami memiliki peran utama sebagai seorang kepala keluarga sekaligus menberikan nafkah kepada keluarganya. Sedangkan peran utama seorang istri adalah mengurus rumah tangga dan anak-anak. Namun seringkali masing-masing pihak hanya mengutamakan peran utamanya, tanpa mau memahami peran yang dipikul oleh pihak lain. Akibatnya, pertengkaran-pertengkaran yang berakar dari kurangnya pemahaman akan keluarga sering terjadi.

Sebenarnya hal ini dapat dicegah. Perlu diingat, bahwa tujuan dari sebuah pernikahan adalah untuk membentuk sebuah keluarga yang bahagia. Jika sering terjadi pertengkaran, bagaimana keluarga akan bahagia? Yang ada malah sebaliknya, keluarga agai neraka. Jika suami dan istri memahami hal ini, maka keluarga yang bahagia akan dapat dengan mudah diwujudkan.

Salah satu cara untuk mewujudkan sebuah keluarga yang bahagia adalah adanya kerja sama yang dilakukan oleh suami dan istri. Terlebih lagi jika suami dan istri juga bekerja untuk mencari uang, kekompakan dalam mengatur dan menjalanmkan keluarga mutlak diperlukan. Namun jika hanya suami yang bekerja, kekompakan dapat diwujudkan dengan pemahaman terhadap tugas masing-masing.

Suami sebagai kepala rumah tangga memiliki peran yang besar dalam keluarga. Seorang suami harus berupaya untuk dapat mencukupi kebutuhan keluarganya. Terlebih lagi pada masa sulit seperti sekarang, dimana harga-harga kebutuhan sudah semakin tinggi. Disinilah peran istri untuk dapat mengatur ekonomi keluarganya. Dengan gaji suami, istri harus dapat membuat skala prioritas tentang kebutuhannya. Jangan sampai istri terlalu banyak menghamburkan uang, sehingga akhirnya menyalahkan suami yang sudah susah payah mencari nafkah.

Namun sebagai kepala keluarga, seorang suami juga tidak boleh bersifat otoriter. Ia harus dapat bersiakp lembut dan penuh kasih sayang. Jika istri mengeluh tentang kurangnya nafkah dari suaminya, ia harus dapat menerimanya dengan tenang, member pengertian yang baik. Janganlah keluahan dari istri tersebut justru membuatnya bersikap kasar.

Peran istri pun tidak kalah besar. Tugas seorang istri sebagai ibu rumah tangga tidaklah semudah yang terlihat. Seorang istri memiliki segudang tugas yang tidak ringan, mulai dari membenahi rumah, mengurus anak, hingga melayani suami. Seorang suami harus dapat melihat beratnya tugas istri tersebut, sebab banyak suami-suami yang menganggap mengurus rumah itu semudah membalik telapak tangan. Suami harus memahami beratnya tugas sang istri. Sekali-sekali, tidak ada salahnya suami membantu mengurus rumah, seperti mengurus anak atau hal-hal lain.

Jika kekompakan sudah terjalin dengan baik, dan masing-masing pihak sudah dapat memahami tugas dan fungsinya, maka keluarga bahagia bukanlah angan-angan semata. Dengan tingginya pemahaman antara suami dan istri, pertengkaran,pertengkaran kecil yang bersumber pada hal-hal yang sepele dapat dihindarkan. Hal ini tentunya akan membuat keluarga tersebut menapak jalan yang benar untuk dapat menjadi keluarga yang bahagia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: