Aku dan Islam

Perjalanan Mencari Kebenaran Sejati

Bila Rasa Bosan Melanda

Posted by anurachman pada Mei 8, 2009

Oleh : Euis Erinawati

Kehidupan rumah tangga tidak selamanya berjalan tanpa hambatan. Berbagai emosi dapat tercurah saat kita membina mahligai rumah tangga. Rasa senang, sedih, gembira, bosan, sayang, rindu, kesal, dan berbagai emosi lain dapat muncul secara tiba-tiba. Ini merupakan hal yang wajar, karena tidaklah mudah menyatukan dua kepribadian dalam sebuah rumah tangga.
Hambatan yang menghadang dalam rumah tangga harus disikapi dengan bijak. Hal ini untuk mewujudkan keluarga bahagia ayng menjadi impian semua orang. Jika kita tidak dapat menyikapi semua hambatan yang ada dengan bijak, maka kehancuran mahligai perkawinan hanya tinggal menunggu waktu.

Salah satu perasaan yang sering menghinggapi pasangan yang berumah tangga adalah rasa bosan. Tidak dapat ditolak, suatu saat rasa bosan akan datang untuk “mengusik” kehidupan rumah tangga kita. Berbagai hal dapat menjadi sebab akan munculnya rasa bosan dalam rumah tangga.

Rasa bosan dalam kehidupan berumah tangga adalah suatu hal yang wajar. Seistimewa apapun pasangan hidup Anda, pasti punya kekurangan. Akibatnya, kebosanan-kebosanan menyergap kehidupan rumah tangga Anda. Tiba-tiba Anda merasa bosan pada keadaan rumah, bosan terhadap penampilan pasangan, bosan terhadap keadaan anak-anak, atau bosan menghadapi segala permasalahan rumah tangga.

Rumah tangga yang sudah disergap kebosanan biasanya diwarnai dengan sikap yang serba tidak maksimal. Suami tidak maksimal mengelola rumah tangga dapat berimbas kepada sikap istri yang juga tidak maksimal dalam melayani suami, menjaga rumah dan anak-anak. Bisa jadi, suami-istri pun tidak maksimal mengekspresikan rasa cinta kasihnya. Akibatnya, muncul ketegangan atau bahkan sikap apatis, suami-istri berjalan sendiri-sendiri mengikuti idealisme masing-masing.

Penyebab Munculnya Rasa Bosan

Rasa bosan dalam kehidupan rumah tangga dapat muncul setiap saat. Kemunculan rasa bosan ini dapat dipicu oleh beberapa hal, baik dari internal maupun eksternal. Dari sisi internal rumah tangga, rasa bosan dapat dipicu oleh presiasi negatif dari sumi dan istri terhadap kondisi rumah tangga. Suami yang “membawa pulang” tumpukan pekerjaan dari kantor, kondisi rumah yang berantakan, istri yang terlalu menuntut, dan berbagai hal lain dapat memicu timbulnya rasa bosan. Selain itu, tidak adanya waktu untuk bercengkerama maupun saling berdiskusi tentang berbagai hal dapat pula memicu timbulnya rasa bosan pada rumah tangga.

Secara eksternal, sebab-sebab munculnya rasa bosan berasal dari hal-hal di luar diri. Mungkin memang sudah saatnya mengubah posisi tempat tidur atau mengganti gorden kamar. Mungkin saatnya juga mengganti warna cat rumah dengan warna yang lebih segar. Tidak ada salahnya mencoba menu makanan baru atau mengganti penampilan di depan suami.

Ada tiga hal yang diindikasikan menjadi penyebab munculnya rasa bosan pada diri kita. Semakin cepat kita mengenali dan menyadarinya, semakin cepat pula rasa bosan akan dapat diatasi. Ketiga indikasi yang perlu kita kenali adalah:

1. Melakukan kesalahan berulang-ulang.

Bisa jadi istri memasak terlalu asin dan itu terjadi berulang kali untuk masakan kesukaan sang suami. Istri kembali memakai baju warna gelap yang tidak disukai suami. Atau suami selalu menyimpan baju-baju kotor di belakang pintu sehingga istri harus sering razia baju kotor. Dengan demikian, suami istri sudah terperosok dua kali pada lubang yang sama. Akibatnya, rasa bosan dengan keadaan yang terus berulang akan muncul.

2. Beban yang berat dan tidak pernah berhenti.
Mungkin istri beraktivitas kegiatan sosial atau bahkan juga bekerja sehingga ketika sampai di rumah ingin suasana yang sedikit santai untuk mengendorkan urat saraf, sementara suami datang dengan segudang permasalahan kantor dan tuntutan pelayanan dari istri. Atau mungkin kondisi ekonomi rumah tangga kurang mencukupi sehingga suami atau istri harus bekerja keras. Kendati begitu ternyata gaji ternyata gaji berdua tidak cukup untuk membayar rekening-rekening tagihan. Fisik lelah dan pikiran jenuh, akhirnya tidak ada waktu lagi untuk sekedar bermanis-manis dengan pasangan. Yang ada adalah ketegangan demi ketegangan yang lama kelamaan menimbulkan kebosanan-kebosanan dalam menghadapi permasalahan hidup.

3. Idealisme terlalu tinggi

Apapun yang tidak seimbang akan berakhir pada kebosanan. Harapan kita yang terlalu tinggi terhadap pasangan akan menimbulkan kekecewaan jika ternyata pasangan tidak mampu memenuhi harapan kita. Selain itu, kita juga tidak akan pernah mampu untuk menerima semua kekurangan dan kelebihan pasangan kita, jika kita terlalu tinggi berharap.

Kebosanan yang Melahirkan Kekuatan Baru

Tidak sedikit orang yang menjadikan kebosanan sebagai antiklimaks yang mengawali sikap atau perilaku buruk. Mereka berdalih mencari kompensasi rasa bosannya itu dengan mengerjakan hal-hal negative dengan dalih untuk mencari suasana baru. Padahal jika disikapi denga baik, kebosanan akan memunculkan kreativitas yang melahirkan kekuatan baru.

Ada banyak cara yang dapat dilakukan jika rumah tangga kita sedang dihinggapi dengan kebosanan. Tips-tips berikut ini dapat dilakukan untuk menghilangkan, atua setidaknya mengurangi kebosanan yang melaingkupi rumah tangga kita:

  • Perbarui niat. Setelah sekian lama berumah tangga, ada saatnya kita merenung dan mengingat kembali tujuan kita berumah tangga. Mungkin karena kesibukan urusan kantor atau rumah, kita tidak sempat saling mengingatkan pada niat semula dalam menjalani rumah tangga.
  • Susunlah perencanaan dan manajemen rumah tangga. Kebosanan banyak datang karena tidak adanya perencanaan dan manajemen yang baik dalam menata aktivitas rumah tangga. Akibatnya, tenaga, pikiran, waktu, dan dana tidak terpakai maksimal untuk hal-hal yang penting.
  • Pahami keutamaan-keutamaan amal. Allah akan memberikan ganjaran untuk pekerjaan yang dilakukan dengan dasar ikhlas dan benar. Lelahnya suami mencari nafkah dihitung sebagai fi sabilillah. Peluh, kelelahan, dan kesulitan dalam mencari nafkah akan memperoleh pahala besar. Pekerjaan istri mengurus rumah tangga dengan benar dan ikhlas akan mengantarkannya pada surga. Jadi, hadirkan dalam diri kita kenikmatan surga yang dijanjikan Allah kepada hamba-Nya yang beramal saleh.
  • Ajaklah pasangan mendekatkan diri kepada Allah ketika kita diterpa kegelisahan dan rasa bosan. Allah akan menyertai orang-orang yang menjalankan amalan-amalan sunnah setelah menjalankan amalan-amalan wajib.
  • Bercerminlah pada orang lain. Kita dapat bertanya kepada orang-orang tua atau yang lebih berpengalaman tentang kiat-kiat mereka mengatasi kelelahan atau kebosanan dalam menjalani cobaan-cobaan hidup. Uraian mereka akan memacu semangat kita dalam mengatasi kebosanan

2 Tanggapan to “Bila Rasa Bosan Melanda”

  1. nurdiyon said

    Bertawakallah kepada Allah swt, lebih mendekatkan diri kepada-Nya… Insya Allah rasa bosan akan terminimalisir, bahkan menghilang sepenuhnya jika kita yakin kepada-Nya

  2. justru sampai saat ini saya belum bisa mengendalikan kebosanan yang datang dengan cepat mesti sudah mencoba berubah tetapi setelah gak lama berubah bosan selanjutnya datang lagi.dan sy pikir ini gak bisa selesai dengan berubah seperti itu. pasti ada jalan lain. tapi bagaimana????????? apa????????

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: