Aku dan Islam

Perjalanan Mencari Kebenaran Sejati

Puasa

Posted by anurachman pada Mei 7, 2009

Satu dari lima pilar utama agama islam adalah puasa. Puasa adalah salah satu ibadah yang memiliki nilai tinggi di mata Allah, insya Allah. Puasa adalah menahan diri dari makan dan minum, serta hal-hal yang membatalkan puasa di siang hari, mulai terbit fajar hingga terbenam matahari, dengan di dahului niat untuk berpuasa pada malam sebelumnya.

Puasa dibagi dalam beberapa bagian. Ada puasa yang wajib dilaksanakan oleh semua umat islam, ada juga puasa yang hukumnya sunnah, makruh, bahkan ada juga puasa yang haram hukumnya.

Puasa wajib

Puasa wajib adalah puasa yang diwajibkan atas setiap umat muslim di seluruh dunia. Puasa wajib ini apabila ditinggalkan, maka akan berakibat dosa bagi yang meninggalkannya. Satu-satunya puasa yang diwajibkan oleh Allah kepada setiap mukmin adalah puasa pada bulan Ramadhan. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam surat Al Baqarah: 183:

يَا أَيّهَا الَّذِينَ آمَنواْ كتِبَعَلَيْكم الصِّيَام كَمَا كتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكمْلَعَلَّكمْ تَتَّقونَ

” Wahai orang-orang yang beriman, telah wajib ke atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan ke atas umat-umat yang sebelum kamu, semuga kamu menjadi orang yang bertakwa.”

Jika kita berhalangan untuk berpuasa pada bulan Ramadhan dengan alasan yang jelas, maka Allah mewajibkan kita untuk menggantinya pad bulan-bulan berikutnya, sebagaimana firman Allah dalam surat Al Baqarah: 185:

شَهْررَمَضَانَ الَّذِيَ أنزِلَ فِيهِ الْقرْآن هدًى لِّلنَّاسِوَبَيِّنَاتٍ مِّنَ الْهدَى وَالْفرْقَانِ فَمَن شَهِدَ مِنكم الشَّهْرَفَلْيَصمْه وَمَن كَانَ مَرِيضاً أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْأَيَّامٍ أخَرَ يرِيد اللّه بِكم الْيسْرَ وَلاَ يرِيد بِكمالْعسْرَ وَلِتكْمِلواْ الْعِدَّةَ وَلِتكَبِّرواْ اللّهَ عَلَى مَاهَدَاكمْ وَلَعَلَّكمْ تَشْكرونَ

“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil). Karena itu,barang siapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu,pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.”

Puasa sunnah

Puasa sunnah adalah iadah puasa yang dilakukan di luar bulan Ramadhan. Orang yang melaksanakan puasa sunnah akan mendapatkan pahala dari Allah. Sedang jika kita tidak meninggalkannya, maka tidak ada dosa yang ditimpakan pada kita.

Puasa sunnah terdiri dari beberapa jenis, yaitu:

•  Puasa enam hari pada bulan Syawal
•  Puasa hari Arafah
•  Puasa Hari Asyura pada 10 Muharam
•  Puasa bulan Sya’ban
•  Puasa Senin dan Kamis
•  Puasa tengah bulan iaitu 13,14,15 pada tiap-tiap bulan qamaria (tahun Hijrah)

Syarat puasa

Dalam menjalankan ibadah puasa, ada beberapa hal yang harus kita ketahui, sebagai syarat-syarat pelaksanaan puasa. Syarat puasa itu terbagi atas dua hal, yaitu syarat wajib dan syarat sah puasa.

Syarat wajib puasa:

•  Berakal
•  Baligh (Cukup umur)
•  Kuat atau mampu mengerjakan puasa

Syarat sah puasa:
Islam

•  Mumayyiz (dapat membedakan yang baik dan buruk)
•  Suci dari haid dan nifas
•  Dalam waktu yang dibolehkan berpuasa.

Selain itu, juga terdapat rukun puasa, sebagaimana rukun ibadah yang lain:

•  Niat
•  Menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa muali dari terbit fajar hingga terbenam matahari.

Yang membatalkan puasa

Ada banyak hal yang dapat membatalkan puasa, maupun membatalkan/merusak pahala puasa. Untuk hal-hal yang merusak pahala puasa, secara lahiriah puasa kita tidak batal, tetapi pahala puasa kita menjadi rusak, bahkan bias jadi kita hanya mendapatkan rasa lapar dan haus, karena hilangnya pahala puasa kita.

Hal-hal yang dapat membatalkan puasa kita (secara zahir) adalah:

•  Makan dan minum dengan sengaja
•  Muntah dengan sengaja
•  Bersetubuh pada siang hari
•  Keluar darah haid atau nifas
•  Hilang akal
•  Keluar mani

Semoga dengan berpuasa, kita dimasukkan oleh Allah kedalam golongan hamba-hambanya yang bertakwa.
Amin……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: