Aku dan Islam

Perjalanan Mencari Kebenaran Sejati

Pengaruh Game Pada Anak-anak

Posted by anurachman pada Mei 5, 2009

Sejak beberapa tahun terakhir, mesin permainan (game console) berkembang dengan begitu pesat. Berbagai jenis game console dapat kita temui dengan mudah di tengah masyarakat kita. Seiring dengan banyaknya game console yang ada, jenis permainan yang dihadirkan pun cukup beragam.

Jenis permainan yang dikembangkan oleh perusahaan game dewasa ini cukup beragam. Dari permainan ringan hingga permainan yang cukup berat untuk kalangan anak-anak dapat dengan mudah kita temui. Sayangnya jenis permainan ini banyak yang mengincar anak-anak sebagai konsumennya, tidak peduli apakah game tersebut sesuai dengan usia anak atau tidak.

Tentunya kita masih ingat dengan barbagai tindak kekerasan yang dilakukan oleh anak-anak. Mereka dengan mudah dapat menganiaya teman mainnya, karena terinspirasi oleh permainan kekerasan yang dimainkannya di game console. Salah satu contonhnya dalah permainan gulat seperti WCW (World Championship Wrestling) atau yang terkenal dengan permainan Smack Down, yang banyak digemari oleh anak-anak.

Banyaknya permainan yang tidak sesuai dengan usia anak membuat perkembangan anak dapat terganggu. Terlebih lagi usia anak-anak adalah usia dimana mereka menirukan apa yang mereka lihat, tanpa mengetahui konsekuensinya. Kalau yang mereka lihat hal-hal yang baik, tentunya tidak masalah jika mereka menirukannya. Namun jika yang mereka lihat adalah hal-hal yang buruk, seperti kekerasan, seksualitas, dan lain-lain, tentunya akan berpengaruh buruk pula pada psikologi mereka.

Sudah sewajarnya jika orang tua mengawasi dan mendampingi anak-anaknya saat mereka bermain dengan game console. Orang tua harus memberikan pengarahan kepada anak-anaknya, game apa saja yang sesuai dengan usia dan perkembangan jiwa meraka. Bukankan pendidikan pertama anak-anak adalah dari kalangan keluarga, dalam hal ini orang tua? Tanpa pengawasan dan pengarahan yang benar dari orang tua, tidak mustahil anak-anak akan tumbuh menjadi “berandalan”.

Na’udzubillah min dzalik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: