Aku dan Islam

Perjalanan Mencari Kebenaran Sejati

Memandang Kehidupan

Posted by anurachman pada Mei 5, 2009

Kita adalah makhluk hidup. Tumbuhan dan binatang juga makhluk hidup. Selain manusia, tumbuhan, dan binatang, adalagi makhluk yang hidup di dunia ini. Mereka adalah makhluk ghaib, yang tidak dapat kita lihat dengan panca indera kita. Semua makhluk tersebut hidup dalam kehidupannya masing-masing, sesuai dengan yang digariskan oleh Allah SWT.

Bicara tentang kehidupan, apa sih yang kita ketahui tentang kehidupan? Lantas bagaimana kita memandang kehidupan ini?

Ada sebuah cerita yang cukup menarik tentang kehidupan. Dari cerita ini, kita setidaknya dapat merenungkan tentang pandangan kita terhadap kehidupan.

Seorang bocah mengisi waktu luang dengan kegiatan mendaki gunung bersama ayahnya. Entah mengapa, tiba-tiba si bocah tersandung akar pohon dan jatuh. “Aduhh!” jeritannya memecah keheningan suasana pegunungan. Si bocah amat terkejut, ketika ia mendengar suara di kejauhan menirukan teriakannya persis sama, “Aduhh!”. Dasar anak-anak, ia berteriak lagi, “Hei! Siapa kau?” Jawaban yang terdengar, “Hei! Siapa kau?” Lantaran kesal mengetahui suaranya selalu ditirukan, si anak berseru, “Pengecut kamu!” Lagi-lagi ia terkejut ketika suara dari sana membalasnya dengan umpatan serupa. Ia bertanya kepada sang ayah, “Apa yang terjadi?” Dengan penuh kearifan sang ayah tersenyum, “Anakku, coba perhatikan.” Lelaki itu berkata keras, “Saya kagum padamu!” Suara di kejauhan menjawab, Saya kagum padamu!” Sekali lagi sang ayah berteriak “Kamu sang juara!” Suara itu menjawab, “Kamu sang juara!” Sang bocah sangat keheranan, meski demikian ia tetap belum mengerti. Lalu sang ayah menjelaskan, “Suara itu adalah gema, tapi sesungguhnya itulah kehidupan.”
Dari kisah ini kita setidaknya dapat mengambil sebuah hikmah yang cukup penting. Kehidupan memberi umpan balik atas semua ucapan dan tindakan kita. Dengan kata lain, kehidupan kita adalah sebuah pantulan atau bayangan atas tindakan kita. Bila kita ingin mendapatkan lebih banyak cinta di dunia ini, kita harus menciptakan cinta di dalam hati kita. Bila kita menginginkan menginginkan sesuatu, kita harus berupaya untuk mewujudkan hal tersebut dalam perilaku kita. Hidup akan memberikan kembali segala sesuatu yang telah kau berikan kepadanya. Ingat, hidup bukan sebuah kebetulan tapi sebuah bayangan dirimu.

Satu Tanggapan to “Memandang Kehidupan”

  1. airyz said

    okeee, intinya jika kita berbuat baik. maka akan mendapat balasan kebaikan yang setimpal🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: