Aku dan Islam

Perjalanan Mencari Kebenaran Sejati

Lima Perkara Aneh

Posted by anurachman pada Mei 5, 2009

Abu laits as-Samaroandi, seorang ahli fiqh terkenal pernah berkata:

Ayahku pernah bercerita tentang Nabi-nabi yang bukan rasul, yang menerima wahyu dengan berbagai cara. Ada yang melalui mimpi dan ada juga yang menerima wahyu lewat suara gaib.

Suatu ketika seorang Nabi menerima wahyu melalui mimpinya. Dalam mimpi tersebut ia diperintahkan untuk berjalan kea rah barat hingga beliau bertemu dengan lima hal. Pada pertemuan pertama beliau diperintahkan untuk memakan apa yang ditemuinya. Yang kedua beliau diperintahkan untuk menyembunyikannya, yang ketiga menerimanya, yang keempat tidak memutuskan harapan, dan yang kelima lari darinya.

Keesokan harinya, Nabi tersebut menjalankan perintah yang diterima lewat mimpinya itu. Beliau berjalan kearah barathingga menemui sebuah bukit berwarna hitam yang besar. Teringat akan perintah pertama dalam mimpinya, yaitu untuk memakannya, Nabi tersebut kebingungan. Namun dengan niat untuk menjalankan perintah tersebut, makaberjalanlah ia menuju bukit itu. Keajaiban terjadi, semakin ia dekat dengan bukit itu, semakin kecial juga bukit tersebut, hingga akhirnya berubah menjadi sepotong roti. Maka dimakannyalah roti tersebut yang manis seperti madu dan beliau mengucapkan “Alhamdulillah”.

Setelah melanjutkan perjalanan beberapa saat, beliau menemukan sebuah mangkuk emas. Teringant akan perintah kedua dalam mimpinya, beliau lantas menggali lubang untuk menyembunyikannya. Namun hingga tiga kali beliau memendamnya, mangkuk tersebut terus keluar, hingga akhirnya beliau berkata: “Aku telah melaksanakan perintahMu” dan meneruskan perjalanan, tanpa menyadari bahwa mangkuk emas tersebut kembali tersembul ke permukaan.

Kemudian beliau bertemu dengan seekor burung kecil yang dikejar oleh burung elang. Burung kecil tersebut meminta pertolongan kepadanya. Akhirnya beliau menyembunyikan burung tersebut dibalik jubahnya. Saat burung elang yang mengejar sampai ke tempat Nabi, burung itu berkata: “Wahai Nabi Allah, aku sangat lapar dan mengejar burung itu sejak pagi. Janganlah engkau patahkan harapanku akan rejekiku”.

Mendengar itu Nabi teringat perintah untuk tidak memutuskan harapan. Namun beliau juga tidak ingin menyerahkan burung kecil sebagai makanan si elang. Akhirnya beliau memotong sedikit daging pahanya dan kemudian diberikannya pada burung elang. Setelah burung elang pergi, dilepaskannya burung kecil yang disembunyikan dibalik bajunya.

Setelah melanjutkan perjalanan beberapa saat, beliau menemukan bangkai yang mengeluarkan bau sangat busuk. Beliau bergegas lari meninggalkan tempat tersebut, dan kembali ke rumahnya. Sampai dirumah beliau berdoa mohon penjelasan dari Allah atas peristiwa yang dialaminya itu. Setelah itu beliau pergi beristirahat.

Dalam mimpi yang dialaminya pada malam itu, Allah berkenan memberikan penjelasan:

Bukit yang ditemui oleh Nabi tersebut menggambarkan perasaan amarah. Amarah yang besar akan dapat dihadapi dengan bersabar, dan akan kesabaran dalam menghadapi amarah akan begrbuah manis.

Amal kebaikan walaupun disembunyikan serapi mungkin akan tetap terlihat.

Jika menerima amanat, janganlah khianat.

Jika ada seseorang yang memerlukan bantuan, bantulah meskipun kita sendiri sedang kesulitan.

Bangkai yang berbau busuk adalah perumpamaan dari ghibah, maka jauhilah ghibah dan jangan berkumpul dengan orang-orang yang berghibah.

Semoga Allah memberikan kekuatan kepada kita untuk selalu taat kepadaNya. Amin…..

Satu Tanggapan to “Lima Perkara Aneh”

  1. Assalamu’alaikum Wr,Wb

    Allah memberkati kita semuanya dalam Rahmat Kasih dan Sayangnya……..

    Jika tidak ada Rahmat-Nya maka tidak lah kita berkumpul di Pondok ini untuk saling mencari pengetahuan Ilmu di dalam Ilmu Allah Ta’ala yang tiada batasnya….

    Sungguh…… kesadaran itu sangat….sangat…sangat lah utama sekali di dalam kehidupan ini….
    Tanpa kesadaran maka bagaimana mungkin taubat seseorang bisa diterima?
    Tanpa kesadaran maka bagaimana mungkin Amal Ibadah bisa sampai kepada yang Allah?
    Tanpa kesadaran maka manusia itu akan terombang ambing oleh kebingungan dan kegelisahan di jiwanya…….

    Saudaraku……… Sahabatku……….Kawanku……….

    ketahuilah oleh kita semua….., bahwa Allah Swt itu sangatlah nyata senyatanya….. dengan apa kita melihat Allah itu nyata?
    yaitu melali kenyataan yang sudah dinyatakan-Nya atas kita berupa kenikmatan.
    Ketahuilah bahwa apa saja yang ada pada diri kita semuanya itu adalah nikmat Allah. DAri ujung rambut sampai ujung kaki, Zahir maupun BAtin, Ruh dan Jasad, luar maupun dalam, atas maupun bawah, kanan dan kiri, muka dan belakang semuanya adalah Nikmat Allah Swt. Meliputi bulu, kulit, darah, daging, tulang, otak, sum2, penglihatan, pendengaran, penciuman, pengrasa, nyawa, jalal, jamal,qohar dan kamal segalanya tidak ada yang ada selain Nikmat Allah yang menunjukkan Allah Swt sangat….sangat…sangat…. dekat sekali dengan diri kita.

    Jika kesadaran itu tertanam pada relung jiwa yang paling dalam bahwa apa saja yang ada pada diri kita ini senantiasa di liputi oleh Allah dengan dinyatakan-Nya melalui Nikmat-nikmat-Nya tadi maka kemudian sadarilah lagi bahwa setiap waktu bahkan setiap detik pun dari buka matasampai tutup mata kembali 24 jam sehari semalam tidak ada yang ada melainkan semuanya senantiasa dalam rahmat dan Kasih Sayang Allah.

    Itulah yang membuktikan bahwa Allah itu senantiasa memperhatikan Hamba-Nya…….
    Siapakah yang mengatur Jantung sehingga berdetak?
    Siapakah yang mengatur nafas sehingga bisa naik dan turun?
    Siapakah yang mengatur darah sehingga mengalir keseluruh Tubuh?
    Siapakah yang mengatur kedipan Mata sehingga senantiasa berkedip?
    semuanya itu Allah lah sang Maha Pengatur….. Allah lah sang Maha Pemelihara….. yang senantiasa mengawasi akan Hamba-Nya

    Jika kesadaran itu telah melekat pada diri sebagaimana yang sudah di paparkan oleh Tuhan disini melalu diri Pengembara Jiwa yang hina dan fakir ini, maka itulah yang dikatakan mereka yang senantiasa ingat akan Allah baik dalam keadaan berdiri, berduduk, maupun berbaring, bahkan bukan hanya itu saja… mereka itu senantiasa ingat kepada Allah baik dari buka mata sampai tutup mata kembali setiap waktu setiap detik 24 jam sehari semalam baik di sadari maupun tak disadari baik diketahui maupun tidak di ketahui dirasakan maupun tidak dirasakan…. kuncinya ada pada “KESADARAN”. karena kesadaran itulah yang akan merubah seseorang menjadi baik dan terlebih baik lagi. dan itulah sebenar2nya Zikir Khofi/Sir yaitu Ingat Allah secara sirr/Rahasia/Halus yaitu ingat kepada Allah dengan tumbuhnya kesadaran jiwa. Bahwa tidak ada yang ada pada diri semuanya adalah Nikmat Allah sebagai bukti nyata, bahwa Allah meliputi diri. Wa Fii Anfusikum Afala Tub’siruun (Dan Pada diri kamu…….. mengapa engkau tidak memperhatikannya)

    Dan kesadaran itulah yang akan membawa dirinya menjadi semakin dekat dan cinta kepada Allah yang senatiasa memperhatikannya di setiap waktunya.

    Bergembiralah bersama Allah melalui Nikmat-Nya yang ada padamu…………
    Tersenyumlah selalu bersama Allah melalui Rahmat Kasih Sayang-Nya yang meliputi dirimu disetiap waktu….

    Hanya mereka yang tumbuh kesadaran demikian lah yang akan selalu tersenyum dan bahagia…. dan tentunya tidak ada lagi rasa kehawatiran dan ketakutan…, dikarenakan ia sadar sesadar sadaranya bahwa Allah beserta ia diamanpun ia berada.

    Hanya mereka yang tumbuh kesadaran demikian lah yang akan selalu gembira dan bersyukur…. dan tentunya tidak ada lagi rasa duka dan sedih…, dikarenakan ia sadar sesadar sadarnya bahwa Rahmat Kasih SAyang Allah senantiasa meliputi dirinya di setiap waktu dari buka mata sampai tutup mata kembali 24 jam sehari semalam baik dalam keadaan jaga maupun tidur, berdiri, duduk , berbaring.

    Wahai saudaraku……Sahabatku…..Kawanku…..
    Pahamilah…… dan renungkanlah serta sadarilah…..apa yang PJ uraikan ini, karena sesungguhnya bukanlah PJ yang mengutarakan karena si PJ ini tiada daya tiada upaya fakir dan hina juga tidak ada memiliki ilmu. Semua yang telah di paparkan di sini itu semua datang dari pada Allah Swt kepada kita semuanya… karena Kasih Sayang-Nya kepada Kita.

    Subhanallah…..Subhanallah….Subhanallahil ‘Adziiim
    Laa Hawlaa Wa Laa Quwwata Illa Billa hil ‘Aliyyil ‘Adziiim.

    Allah memberkati kita semua di dalam Rahmat Kasih dan Sayang-Nya serta Ridho-Nya….

    Kesadaran….. Ya….. Kesadaran…….jadilah orang2 yang sadar akan kesadaran….. itulah orang yang mengenal akan Allah dengan sebenar2nya.

    Wassalam
    Pengembara jiwa

    dicopy dari…. http://pengembarajiwa.wordpress.com/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: