Aku dan Islam

Perjalanan Mencari Kebenaran Sejati

Sifat yang Tidak Disukai

Posted by anurachman pada Mei 4, 2009

Manusia adalah makhluk yang sangat kompleks. Setiap manusia yang satu dengan yang lain pasti berbeda. Perbedaan tersebut dapat berupa perbedaan fisik maupun perbedaan sifat dan perilaku, termasuk kepribadian. Bahkan manusia yang lahir sebagai kembar pun tetrap memiliki perbedaan tersebut. Namun dibalik perbedaan yang ada, kita jadi lebih mengenal banyak hal yang sebelumya tidak kita ketahui. Itulah indahnya sebuah perbedaan.

Manusia diciptakan dengan berbagai karakter dan sifat yang menyertainya. Ada sifat yang baik, namun ada juga sifat yang kurang baik, kalau tidak mau dikatakan buruk/jelek dimiliki oleh manusia. Tidak ada manusia yang dilahirkan tanpa sifat-sifat tersebut.
Sifat baik yang dimiliki oleh manusia akan membuatnya diterima oleh masyarakat sekitar. Setiap orang akan menyukai sifat baik yang dimiliki oleh orang lain, meskipun ia tidak mengenal orang tersebut. Namun hal yang sebaliknya akan terjadi pada orang yang lebih mengedepankan sifatnya yang kurang baik. Ia akan sulit untuk diterima oleh masyarakat, karena sifat dan kepribadiannya yang kurang sesuai dengan norma-norma yang berlaku.

Brikut ini kami simpulkan nebeberapa sifat yang tidak disukai olrh masyarakat, baik itu pria ataupun wanita:

13 Sifat Laki-laki yang Tidak Disukai Perempuan

Kaum wanita mempunyai hak tidak suka kepada laki-laki karena beberapa sifa-sifatnya. Karena itu kaum lelaki tidak boleh egois, dan merasa benar. Tetapi ia juga harus memperhatikan dirinya, sehingga ia benar-benar bisa tampil sebagai seorang yang baik. Baik di mata Allah SWT maupun di mata manusia, lebih-lebih di mata istri. Ingat bahwa istri adalah sahabat terdekat. Karena itulah perhatikan sifat-sifat berikut yang secara umum sangat tidak disukai oleh para istri atau kaum wanita.

Tidak Punya Visi

Setiap kaum wanita merindukan suami yang mempunyai visi hidup yang jelas. Hidup ini diciptakan bukan semata untuk hidup, melainkan ada tujuan mulia. Dalam pembukaan surah An Nisa’:1 Allah SWT berfirman:

يَـٰٓأَيُّہَا ٱلنَّاسُ ٱتَّقُواْ رَبَّكُمُ ٱلَّذِى خَلَقَكُم مِّن نَّفۡسٍ۬ وَٲحِدَةٍ۬ وَخَلَقَ مِنۡہَا زَوۡجَهَا وَبَثَّ مِنۡہُمَا رِجَالاً۬ كَثِيرً۬ا وَنِسَآءً۬‌ۚ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ ٱلَّذِى تَسَآءَلُونَ بِهِۦ وَٱلۡأَرۡحَامَ‌ۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلَيۡكُمۡ رَقِيبً۬ا

“Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan isterinya; dan daripada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu”.

Dalam ayat ini Allah dengan tegas menjelaskan bahwa tujuan hidup berumah tangga adalah untuk bertakwa kepada Allah. Takwa dalam arti bersungguh mentaati-Nya. Apa yang Allah haramkan benar-benar dijauhi. Dan apa yang Allah perintahkan benar ditaati.

Namun yang ada saat ini,  banyak kaum lelaki yang menutup-nutupi kemaksiatan. Istri tidak dianggap penting. Dosa demi dosa diperbuat di luar rumah dengan tanpa merasa takut kepada Allah SWT. Tidak sedikit rumah tangga yang hancur karena keberanian para suami berbuat dosa.

Kasar

Dalam sebuah riwayat dikatakan bahwa wanita diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok. Ini menunjukkan bahwa tabiat wanita tidak sama dengan tabiat laki-laki. Karena itu Nabi Muhammad saw menjelaskan, jika wanita dipaksa untuk menjadi seperti laki-laki, maka tulung rusuk itu akan patah. Dan patahnya berarti talaknya. Dari sini nampak bahwa kaum wanita mempunyai sifat ingin selalui dilindungi. Bukan diperlakukan secara kasar.

Banyak para suami yang menganggap istri sebagai sapi perahan. Ia dibantai dan disakiti seenaknya. Tanpa sedikitpun kenal belas kasihan. Mentang-mentang badannya lebih kuat lalu memukul istri seenaknya. Ingat bahwa istri juga manusia. Kepada binatang saja kita harus belas kasihan, apalagi kepada manusia. Nabi  Muhammad saw pernah menggambarkan seseorang yang masuk neraka karena menyikas seekor kucing, apa lagi menyiksa seorang manusia yang merdeka.

Sombong

Sombong adalah sifat setan. Allah melaknat Iblis karena kesombongannya. Tidak ada seorang mahlukpun yang berhak sombong, karena kesombongan hanyalah hak priogatif Allah SWT. Dalam hadits Qurdsi Allah berfirman: “Kesombongan adalah selendangKu, siapa yang menandingi Aku, akan Aku masukkan neraka.”

Wanita adalah mahluk yang lembut. Kesombongan sangat bertentangan dengan kelembutan wanita. Karena itu para istri yang baik tidak mau mempunyai suami yang sombong.

Sayangnya dalam keseharian sering terjadi banyak suami merasa bisa segalanya. Akibatnya, ia tidak mau menganggap dan mengingat jasa istri. Bahkan ia tidak mau mendengarkan ucapan sang istri. Ingat bahwa sang anak lahir karena kesabaran istri. Sabar dalam mengandung selama sembilan bulan dan sabar dalam menyusui selama dua tahun. Sungguh banyak para istri yang menderita karena prilaku sombong seorang suami.

Tertutup

Nabi Muhammad saw adalah contoh suami yang baik. Tidak ada sikap Beliau saw yang tidak diketahui istrinya. Nabi Muhammad saw sangat terbuka kepada istri-istrinya. Bila hendak bepergian dengan salah seorang istrinya, Beliau saw melakukan undian, agar tidak menimbulkan kecemburuan Bila ingin mendatangi salah seorang istrinya, Beliau izin terlebih dahulu kepada yang lain. Perhatikan, betapa Nabi Muhammad saw sangat terbuka dalam menyikapi para istri. Tidak seorangpun dari mereka yang merasa didzalimi. Tidak ada seorang dari para istri yang merasa dikesampingkan.

Kini banyak kejadian para suami menutup-nutupi perbuatannya di luar rumah. Ia tidak mau berterus terang kepada istrinya. Bila ditanya selalu jawabannya ngambang. Entah ada rapat, atau pertemuan bisnis dan lain sebagainya. Padahal tidak demikian adanya. Ada juga Suami yang tidak mau berterus terang mengenai penghasilannya, tidak mau menjelaskan pengeluarannya. Sikap semacam ini sungguh sangat tidak disukai kaum wanita. Banyak para istri yang tersiksa karena sikap suami yang begitu tertutup ini.

Plinplan

Setiap wanita sangat mendambakan seorang suami yang mempunyai pendirian. Bukan suami yang plinplan. Tetapi bukan diktator. Tegas dalam arti punya sikap dan alasan yang jelas dalam mengambil keputusan. Tetapi di saat yang sama ia bermusyawarah, lalu menentukan tindakan yang harus dilakukan dengan penuh keyakinan. Inilah salah satu makna qawwam dalam firman Allah: arrijaalu qawwamuun alan nisaa’ (An Nisa’:34).

Pembohong

Banyak kejadian para istri tersiksa karena suami suka berbohong. Ingat, sepandai-pandai tupai melompat pasti akan jatuh ke tanah. Kebohongan adalah sikap yang dibenci Allah SWT. Bahkan Nabi Muhammad saw menganggap kebohongan adalah sikap orang-orang yang tidak beriman. Dalam sebuah hadits, Nabi Muhammad saw pernah ditanya: hal yakdzibul mukmin (apakah ada seorang mukmin berdusta?) Nabi menjawab: Laa (tidak). Ini menunjukkan bahwa berbuat bohong adalah sikap yang bertentangan dengan iman itu sendiri.

Sungguh tidak sedikit rumah tangga yang bubar karena kebohongan para suami. Ingat bahwa istri tidak hanya butuh harta dunia. Seorang istri juga ingin agar dirinya dihargai Kebohongan dapat menghancurkan harga diri seorang istri. Karenanya, banyak para istri yang siap dicerai karena tidak sanggup hidup dengan para sumai pembohong.

Cengeng

Para istri ingin suami yang tegar, bukan suami yang cengeng. Benar Abu Bakar Ash Shiddiq ra adalah contoh suami yang selalu menangis. Tetapi Beliau menangis bukan karena cengeng melainkan karena sentuhan ayat-ayat Al Qur’an. Sedang dalam kesehariannya, Abu Bakar ra jauh dari sikap cengeng. Abu Bakar ra sangat tegar dan penuh keberanian. Lihat sikapnya ketika menghadapi para pembangkang (murtaddin), Abu Bakar ra sangat tegar dan tidak sedikitpun gentar. Bahkan saat beliau juga harus memutuskan suatu perkara yang melibatkan sahabatnya sendiri, yang begitu disegani oleh kawan maupun lawan, Umar bin Khaththab ra.

Suami yang cengeng cenderung terlihat lemah dan tidak meyakinkan di depan istri dan anak-anaknya. Para istri suka suami yang selalu gagah tetapi tidak sombong. Gagah dalam arti penuh semangat dan tidak kenal lelah. Lebih dari itu tabah dalam menghadapi berbagai cobaan hidup.

Pengecut

Dalam sebuah doa, Nabi Muhammad saw meminta perlindungan kepada Allah SWT dari sikap pengecut (a’uudzubika minal jubn). Mengapa? Sebab sikap pengecut banyak menghalangi sumber-sumber kebaikan. Banyak istri yang tertahan keinginannya karena sikap pengecut suami. Banyak pula istri yang tersiksa karena suaminya tidak berani menyelesaikan permasalahan yang dihadapi.

Para istri sangat tidak suka suami pengecut. Mereka suka pada suami yang pemberani. Sebab tantangan hidup sangat menuntut keberanian. Tetapi bukan nekad, melainkan berani dengan penuh pertimbangan yang matang.

Pemalas

salah satu doa Nabi Muhammad saw adalah meminta perlindungan kepada Allah SWT dari sikap malas: allahumma inni a’uudzubika minal ‘ajizi wal kasal.,Kata “kasal” artinya malas. Malas membuat seseorang tidak produktif. Banyak sumber rejeki yang tertutup karena kemalasan seorang suami. Malas sering kali membuat rumah tangga menjadi sempit dan terjepit.
Para istri sangat tidak suka kepada seorang suami pemalas. Sebab keberadaanya di rumah bukan memecahkan masalah melainkan menambah permasalahan. Seringkali sebuah rumah tangga diwarnai kericuhan karena malasnya seorang suami.

Cuek Pada Anak

Mendidik anak bukan hanya menjadi tanggung jawab istri, namun juga merupakan salah satu tanggung jawab seorang suami. Perhatikan surat Luqman. Di sana kita menemukan pesan seorang ayah bernama kepada anaknya. Ini menunjukkan bahwa seorang ayah harus menentukan arah jalan hidup sang anak. Nabi Muhammad saw adalah contoh seorang ayah sejati. Perhatiannya kepada sang cucu Hasan Husain adalah contoh nyata, betapa beliau sangat sayang kepada anaknya. Bahkan pernah berlama-lama dalam sujudnya, karena sang cucu sedang bermain-main di atas punggungnya.

Kini banyak kita saksikan seorang ayah sangat cuek pada anak. Ia beranggapan bahwa mengurus anak adalah pekerjaan istri. Sikap seperti inilah yang sangat tidak disukai para wanita.

Menang Sendiri

Setiap manusia mempunyai perasaan ingin dihargai pendapatnya. Begitu juga seorang istri. Banyak istri tersiksa karena sikap suami yang selalu merasa benar sendiri. Karena itu, Umar bin Khaththab lebih bersikap diam ketika sang istri berbicara. Ini adalah contoh yang patut ditiru. Umar beranggapan bahwa adalah hak istri mengungkapkan uneg-unegnya pada suami. Sebab hanya kepada suamilah ia menemukan tempat mencurahkan isi hatinya.
Karena itu seorang suami hendaklah selalu lapang dadanya. Tidak ada artinya merasa menang di depan istri. Karena itu sebaik-baik sikap adalah mengalah dan bersikap perhatian. Ada pepetah mengatakan: “jadilah air ketika salah satunya menjadi api”.

Jarang Komunikasi

Banyak istri merasa kesepian ketika sang suami pergi atau di luar rumah. Sebaik-baik suami adalah yang selalu mengontak sang istri. Entah dengan cara mengirim sms atau menelponnya. Ingat bahwa banyak masalah kecil menjadi besar hanya karena miskomunikasi. Karena itu, sering berkomukasi sangat menentukan kebahagiaan rumah tangga.

Banyak istri yang merasa jengkel karena tidak pernah dikontak oleh suaminya ketika di luar rumah. Hal ini membuatnya merasa disepelekan atau tidak dibutuhkan. Para istri sangat suka kepada para suami yang selalu mengontak sekalipun hanya sekedar menanyakan apa kabarnya.

Tidak Rapi dan Tidak Harum

Para istri sangat suka ketika suaminya selalu berpenampilan rapi. Nabi Muhammad saw adalah contoh suami yang selalu rapi dan harum. Karena itu para istrinya selalu suka dan bangga dengan Beliau.

Ketika seorang suami rapi istri bangga karena orang-orang pasti akan beranggapan bahwa sang istri mengurusnya. Sebaliknya ketika sang suami tidak rapi dan tidak harum, orang-orang akan menganggap ia tidak diurus oleh istrinya. Karena itu, sungguh sangat tersinggung dan tersiksa seorang istri, ketika melihat suaminya sembarangan dalam penampilannya dan menyebarkan bahu yang tidak enak.

13 Sifat Perempuan yang Tidak Disukai Laki-laki

Sebuah survei di Eropa mengungkap fakta yang menarik tentang sifat-sifat wanita yang tidak disukai oleh laki-laki. Survei yang diikuti oleh 2000 responden dengan beragam latar belakang dan tingkat ekonomi ini dilakukan oleh sebuah Pusat Kajian di Eropa. Dari 20 sifat perempuan yang dicantumkan, para responden menganggap ada 13 sifat perempuan yang tidak disukai.

13 sifat perempuan yang tidak disukai oleh para lelaki tersebut adalah:

Perempuan yang kelaki-lakian (mustarjalah)

Perempuan tipe ini menempati urutan pertama dari sifat yang paling tidak disukai laki-laki. Banyak perempuan berkeyakinan bahwa laki-laki mencintai perempuan “yang memiliki sifat perkasa”. Namun banyak laki-laki yang berpendapat bahwa perempuan seperti ini telah hilang sifat kewanitannya secara fitrah. Mereka menilai bahwa perangai itu tidak asli milik perempuan.

Perempuan yang tidak bisa menahan lisannya (Tsartsarah)

Tipe perempuan ini menempati urutan kedua dari sifat yang tidak disukai laki-laki, karena perempuan yang banyak omong dan tidak memberi kesempatan orang lain untuk berbicara, menyampaikan pendapatnya, umumnya lebih banyak memaksa dan egois. Karena itu kehidupan rumah tangga terancam tidak bisa bertahan lebih lama, bahkan berubah menjadi “neraka”.

Perempuan materialistis (Maaddiyah)

Adalah tipe perempuan yang orientasi hidupnya hanya kebendaan dan materi. Segala sesuatu dinilai dengan harga dan uang. Tidak suka ada pengganti selain materi, meskipun ia lebih kaya dari suaminya.

Perempuan pemalas (muhmalah)

Tipe perempuan ini menempati urutan keempat dari sifat perempuan yang tidak disukai laki-laki.

Perempuan bodoh (ghobiyyah)

Yaitu tipe perempuan yang tidak memiliki pendapat, tidak punya ide dan hanya bersikap pasif.

Perempuan pembohong (kadzibah)

Tipe perempuan yang tidak bisa dipercaya, suka berbohong, tidak berkata sebenarnya, baik menyangkut masalah serius, besar, atau masalah sepele dan remeh. Tipe perempuan ini sangat ditakuti laki-laki, karena tidak ada yang bisa dipercaya lagi dari segala sisinya, dan umumnya berkhianat terhadap suaminya.

Perempuan yang mengaku serba hebat (mutabahiyah)

Tipe perempuan ini selalu menyangka dirinya paling pintar. Ia lebih hebat dibandingkan dengan orang lain.

Perempuan sok jagoan, tidak mau kalah dengan suaminya

Tipe perempuan yang selalu menunjukkan kekuatan fisiknya setiap saat.

Perempuan yang iri dengan perempuan lain

Adalah tipe perempuan yang selalu menjelekkan perempuan lain.

Perempuan murahan (mubtadzilah)

Tipe perempuan yang mengumbar omongannya, perilakunya, menggadaikan kehormatan dan kepribadiannya di tengah-tengah masyarakat.

Perempuan yang perasa (syadidah hasasiyyah)

Tipe perempuan seperti ini banyak menangis yang mengakibatkan laki-laki terpukul dan terpengaruh sejak awal. Suami menjadi masyghul dengan sikap cengengnya.

Perempuan pencemburu yang berlebihan (ghayyur gira zaidah)

Sehingga menyebabkan kehidupan suaminya terperangkap dalam perselisihan yang tiada akhir.

Perempuan fanatis (mumillah)

Model perempuan yang tidak mau menerima perubahan, nasehat dan masukan meskipun itu benar dan ia membutuhkannya. Ia tidak mau menerima perubahan dari suaminya atau anak-anaknya, baik dalam urusan pribadi atau urusan rumah tangga.

Tidak ada seorang pun yang “sempurna”.  Manusia memang diciptakan dengan segala kelebihan dan kekurangan. Sekarang tinggal bagaimana kita menyikapi kelebihan dan kekurangan yang dimilki oleh pasangan kita dengan bijak. Semoga tulisan ini menambah informasi dan pengalaman bagi kita semua.

Wallahu a’lam

Sumber: dakwatuna.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: