Aku dan Islam

Perjalanan Mencari Kebenaran Sejati

Pintu-pintu Syaithon

Posted by anurachman pada Mei 4, 2009

Syaithon adalah musuh manusia. Ia akan terus berupaya untuk menjerumuskan manusia kedalam kesesatan. Tidak ada satu otang pun manusia yang tidak diganggu oleh syaithon. Berbagai upaya akan dilakukan syaithon untuk “mengajak” manusia menjadi pengikutnya. Bahkan Allah SWT pun menegaskan bahwa syathon merupakan musuh yang nyata bagi manusia, sebagaimana firmannya dalam Al Qur’an:

أَلَمْ أَعْهَدْ إِلَيْكُمْ يَا بَنِي آدَمَ أَن لَّا تَعْبُدُوا الشَّيْطَانَ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ

Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah syaitan? Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu” (QS Yaa siin:60)

Dalam upayanya menyesatkan manusia dari jalan Allah SWT, syaithon menggunakan berbagai cara. Banyak pintu yang digunakannya, demi mencapai tujuannya. Karena itu, kita harus selalu waspada terhadap semua bisikan syaithon, yang jelas-jelas bermaksud menjerumuskan kita ke lembah kemaksiatan kepada Allah SWT.

Lantas, pintu apa sajakah yang digunakan oleh syaithon untuk menggoda manusia? Setidaknya ada 10 pintu, yang harus kita “tutup” agar kita tidak termasuk orang-orang yang rugi. Pintu-pintu tersebut adalah:

Pintu pertama:

Pintu terbesar yang akan dimasuki syaithon adalah hasad (dengki) dan tamak. Ketamakan akan membutakan, membuat tuli dan menggelapkan cahaya kebenaran. Orang yang dikuasai oleh ketamakan tidak lagi mengenal jalan masuknya setan. Begitu pula jika seseorang memiliki sifat hasad. Syaithon akan menghiasi sesuatu seolah-olah menjadi baik sehingga disukai oleh syahwat, padahal hal tersebut adalah sesuatu yang mungkar.

Pintu kedua:

Amarah. Amarah dapat merusak akal. Jika akal lemah, syaithon akan melakukan serangan dan menertawakan manusia. Jika kondisi kita seperti ini, minta perlindunganlah pada Allah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إذا غضب الرجل فقال : أعوذ بالله سكن غضبه

“Jika seseorang marah, lalu dia mengatakan: a’udzu billah (aku berlindung pada Allah), maka akan redamlah marahnya.” (As Silsilah Ash Shohihah no. 1376. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih)

Pintu ketiga:

Sangat suka menghias tempat tinggal, pakaian dan segala perabot yang ada. Orang seperti ini sungguh akan sangat merugi karena umurnya hanya dihabiskan untuk tujuan ini.

Pintu keempat:

Kenyang karena banyak makan. Keadaan seperti ini akan menguatkan syahwat dan melemahkan untuk melakukan ketaatan pada Allah SWT. Kerugian lainnya akan dia dapatkan di akhirat sebagaimana sabda Rasulullah saw dalam sebuah hadits:

فَإِنَّ أَكْثَرَهُمْ شِبَعًا فِى الدُّنْيَا أَطْوَلُهُمْ جُوعًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Sesungguhnya orang yang lebih sering kenyang di dunia, dialah yang akan sering lapar di hari kiamat nanti.” (HR. Tirmidzi. Dalam As Silsilah Ash Shohihah, Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih)

Pintu kelima:

Tamak pada orang lain. Jika seseorang memiliki sifat seperti ini, maka dia akan berlebih-lebihan memuji orang tersebut padahal orang itu tidak memiliki sifat seperti yang ada pada pujiannya. Akhirnya, dia akan mencari muka di hadapannya, tidak mau memerintahkan orang yang disanjung tadi pada kebajikan dan tidak mau melarangnya dari kemungkaran.

Pintu keenam:

Sifat tergesa-gesa dan tidak mau bersabar. Padahal terdapat sebuah hadits dari Anas ra, di mana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

التَّأَنيِّ مِنَ اللهِ وَ العُجْلَةُ مِنَ الشَّيْطَانِ

“Sifat perlahan-lahan (sabar) berasal dari Allah. Sedangkan sifat ingin tergesa-gesa itu berasal dari syaithon.” (Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Ya’la dalam musnadnya dan Baihaqi dalam Sunanul Qubro. Syaikh Al Albani dalam Al Jami’ Ash Shoghir mengatakan bahwa hadits ini hasan)

Pintu ketujuh:

Cinta harta. Sifat ini akan membuat manusia berusaha mencari harta bagaimana pun caranya. Sifat ini membuat seseorang menjadi bakhil (kikir), takut miskin dan tidak mau melakukan kewajiban yang berkaitan dengan harta.

Pintu kedelapan:

Mengajak orang awam supaya ta’ashub (fanatik) pada madzhab atau golongan tertentu, tidak mau beramal selain dari yang diajarkan dalam madzhab atau golongannya.

Pintu kesembilan:

Mengajak orang awam untuk memikirkan hakekat (kaifiyah) dzat dan sifat Allah yang sulit digapai oleh akal mereka sehingga membuat mereka menjadi ragu dalam masalah paling urgen dalam agama ini yaitu masalah aqidah.

Pintu kesepuluh:

Berburuk sangka terhadap muslim lainnya. Jika seseorang selalu berburuk sangka (bersu’uzhon) pada muslim lainnya, dia akan selalu merendahkannya dan selalu merasa lebih baik darinya. Seharusnya seorang mukmin selalu mencari udzur dari saudaranya. Berbeda dengan orang munafik yang selalu mencari-cari ‘aib orang lain.

Kita patut untuk mewaspadai jalan-jalan syaithon untuk menjerumuskan manusia dalam kemaksiatan. Semoga Allah SWT selalu melindungi kita dari jeratan syaithon, Amin…..

Wallahu a’lam

Sumber: Mukhtashor Minhajul Qoshidin, Ibnu Qudamah Al Maqdisiy; rumaysho.wordpress.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: