Aku dan Islam

Perjalanan Mencari Kebenaran Sejati

Adab Menyambut Kelahiran

Posted by anurachman pada Mei 4, 2009

Orang tua mana yang tidak bersuka cita saat anak yang mereka idam-idamkan lahir? Saya yakin orang tua akan merasa senang saat mendapat amanat besar dari Allah SWT, berupa lahirnya manusia baru, si buah hati. Anak adalah penerus dari sebuah keluarga. Dengan lahirnya anak tersebut, kebahagiaan sebuah keluarga menjadi lebih utuh.

Banyak cara dilakukan oleh orang tua dalam menyambut kelahiran si buah hati. Ada orang tua yang menggelar pengajian, namun tidak sedikit juga orang tua yang menyambut kelahiran buah hatinya dengan mengadakan pesta-pesta. Cara apapun dapat dilakukan, namun seyogyanya, kita sebagai umat muslim menyambut datangnya anugerah dari Allah SWT ini dengan cara-cara yang disyariatkan oleh islam.

Bagi bayi yang baru dilahirkan, Sunnah untuk

- Dibacakan adzan di telinga kanan.

- Dibacakan iqomat di telinga kiri.

Menurut hadits, ada jin tertentu yang bernama Ummu Shibyan (US), dia suka mengikuti kelahiran bayi. Nah adzan tadi berguna agar gangguan US tidak menimbulkan efek apapun. Selain itu, agar kalimat tauhid menjadi ilmu pertama yang didengar oleh bayi. Memang adzan memiliki keistimewaan tersendiri, yakni bila dibacakan, akan membuat setan lari. Jadi adzan dan iqomat ini disamping memang rekomendasi (sunnah), namun juga dhahir dan batinnya sendiri bermanfaat.

Kemudian sunnah juga:

- Dibacakan Ayat kursi (QS. AlBaqarah 255)

- Dibacakan Ayat Inna Rabbakumullah (QS. Al-A’raf 54)

إِنَّ رَبَّكُمُ اللّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ يُغْشِي اللَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهُ حَثِيثاً وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُومَ مُسَخَّرَاتٍ بِأَمْرِهِ أَلاَ لَهُ الْخَلْقُ وَالأَمْرُ تَبَارَكَ اللّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ

- Dibacakan QS Al-Ikhlas (Qulhuwallahu ahad, dst) di telinga kanan.

- Dibacakan Muawwidzatain (dua audzu), yakni Q.S. Al-Falaq dan An-Nas

- Dibacakan Doa:

لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ الْعَظِيمُ الْحَلِيمُ لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ ، لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ رَبُّ السَّمَوَاتِ ، وَرَبُّ الْأَرْضِ ، وَرَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيم

La-ilaaha-illalla-hul adhimul halim. La-ilaaha-illalla-hu rabbul arsyil adhim. La-ilaaha-illalla-hu rabbus samawati warabbul ardli warabul arsyil karim.

- Dilanjutkan doa Nabi Yunus (QS. Al-Anbiya’ 87)

فَنَادَى فِي الظُّلُمَاتِ أَن لَّا إِلَهَ إِلَّا أَنتَ سُبْحَانَكَ إِنِّيكُنتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

Fanada fidh dululmati alla ilaaha illa Anta, subhaanaka inni kuntu minadh dhalimin.

- Juga Dibacakan Inna Anzalnahu (QS Al-Qadr 1..5)

Dalam kitab Al-Bajuri (Hasyiah Fathul Qorib), Insya Allah telah disebutkan: Dengan dibacakan QS. Al-Qadr ini, bayi tadi Insya Allah tak akan berzina seumur hidupnya.

Rekomendasi bacaan-bacaan di atas bukanlah wajib. Tidak dibaca sama sekali juga tidak berdosa. Hanya saja sayang beribu sayang, sebab kesempatan untuk membacakan itu (konteks disunnahkannya) hanyalah sekali seumur hidup, yakni saat dilahirkannya si bayi. Dan seandainya bayi tersebut mengerti keengganan orang tuanya (padahal sudah tau), bisa dibayangkan betapa menyesalnya dia.

Ada juga tips dari orang tua Sayyidah Maryam yang berdoa saat kelahiran beliau (Q.S. Ali-Imran 36), yakni “Ya Allah saya mohon perlindunganMu untuk anak ini (Maryam) dan keturunannya (Nabi Isa AS), dari syaithanir rajim” yakni ayat “Inni Uidzuha bika wa dzurriyyataha minasy sayithanirrajiim”

Tips yang lain adalah:

- Memberikan harum-haruman (za’faron, parfum bayi) di atas kepalanya.

- Ber-aqiqah (memotong kambing) pada hari ke-7.

Daging disedekahkan dalam keadaan matang dan sebagiannya boleh dimakan sendiri. Diusahakan agar tulang belulang kambing tidak sampai pecah, sehingga pemotongan diusakan agar tepat di persendiannya. Hal ini dengan harapan agar kondisi fisik si bayi nantinya kuat. Bumbu masakannya lebih dimaniskan, dengan harapan akhlaknya nantipun juga manis, disamping memang kesukaan Rasulullah adalah masakan manis dan madu.

- Pemberian nama, dan diusahakan sebagus mungkin.

Rasulullah SAW bersabda, “nanti pada saat qiamat, kalian akan dipanggil sesuai nama kalian dan bapak kalian, karena itu baguskanlah namamu”.

- Pencukuran rambut dilakukan setelah pemotongan kambing, sebagaimana pada haji, tahallul dilakukan setelah qurban.

Rambut tadi dikumpulkan, ditimbang, dan beratnya dikonversikan ke emas atau perak. Rasulullah SAW memerintahkan Sayyidah Fathimah untuk menimbang rambut Sayyidina Husein dan bershadaqah emas seberat rambut itu dan memberikan hadiah khusus (paha/kaki kambing) ke bidan yang menolong kelahirannya.

- Ucapan Selamat.

Kita berikan ucapan selamat untuk keluarga yang baru melahirkan ini, ucapan standarnya :

Barakallahu laka fil mauhubi laka wasyakartal wahiba wabalagha asyaddahu waruziqat birrahu

Mudah2an Allah melimpahkan berkah, dan Anda makin mensyukuri Dzat Pemberinya. Semoga si anak ini mencapai kedewasaannya dan dikaruniai kebaikan.

Dan yang diberi ucapan selamat, menjawabnya, jawaban standardnya adalah :

Barakallahu laka wabaraka alaika “atau” ajzalallahu tsawabaka

Semoga kalian juga diberkahi Allah. atau Semoga Allah memberimu balasan pahala yang besar.

Semoga uraian ini bermanfaat bagi kita dalam menyambut kelahiran si buah hati, yang merupakan amanat dari Allah SWT kepada kita semua….
Wallahu alam………..

About these ads

Satu Tanggapan to “Adab Menyambut Kelahiran”

  1. Eko Purwadi berkata

    nice

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: