Aku dan Islam

Perjalanan Mencari Kebenaran Sejati

Gizi Untuk Kecerdasan Balita

Posted by anurachman pada Mei 2, 2009

Siapa sih yang tidak menginginkan anaknya tumbuh menjadi anak yang cerdas? Saya yakin semua orang tua sangat menginginkan anaknya tumbuh menjadi anak yang cerdas, pintar, apalagi kalau punya kepekaan social yang tinggi. Kecerdasan merupakan dambaan siapa saja, karena dengan kecerdasan yang memadai, setidaknya seseorang akan mampu “bertahan” dalam kehidupan yang keras ini.

Kecerdasan anak dapat “dibentuk” sejak dini. Kecerdasan, keterampilan, dan perkembangan mental balita tidak lepas dari pertumbuhan dan perkembangan sel-sel otak. Agar otak anak berkembang optimal, tentu saja orang tua harus memenuhi gizi yang diperlukan oleh anak. Apalagi, ilmu pengetahuan mengajarkan bahwa otak terus tumbuh hingga anak berusia dua tahun. Artinya, pada masa emas itulah, balita selayaknya mengonsumsi makanan bergizi lengkap dan seimbang, terutama untuk perkembangan otaknya.

Saat ini kita sering mendengar ada banyak zat gizi yang mendukung kecerdasan otak balita. Zat-zat gizi tersebut diklaim telah terdapat dalam berbagai macam produk untuk balita. Diantara sekian banyaknya zat gizi yang terdapat dalam beraneka ragam produk tersebut, ada beberapa zat gizi yang cukup vital sebagai penunjang kecerdasan otak balita. Diantara zat gizi yang vitas tersebut adalah:

Asam lemak tak jenuh

Asam lemak tak jenuh sangat dominan dalam susunan sel-sel saraf di otak anak. Bahkan diketahui bahwa 60% otak manusia terdiri dari jenis lemaktersebut. Yang termasuk asam lemak tak jenuh adalah:

1.    DHA (asam dokosaheksaenoat) atau yang biasa dikenal dengan nama omega-3

Asam lemak omega-3 berperan besar dalam perkembangan sel saraf, otak, dan penglihatan. Kekurangan omega-3 bisa mengganggu perkembangan sistem saraf. Akibatnya, mungkin saja terjadi gangguan pada sistem daya tahan tubuh, daya ingat, mental, dan penglihatan.

2.    AA (asam arakidonat) atau omega-6

AA berfungsi membantu pembentukan senyawa yang bersifat hormonal, yang bertugas sebagai pengantar perintah dari satu sel saraf ke sel saraf lainnya dalam tubuh, termasuk ke otak.

Kedua asam lemak ini terdapat dalam ASI. Setelah mendapat asupan makanan, asam lemak ini bisa diperoleh dari ikan tenggiri atau tuna, bayam, minyak kedelai, dan minyak bunga matahari.

Kalori dan protein

Kekurangan kalori dan protein dapat menyebabkan otak anak tidak tumbuh optimal dan akan mengakibatkan gangguan motorik dan kecerdasan. Kalori dibutuhkan dalam proses metabolisme otak, sementara protein berperan dalam pembentukan sel-sel saraf baru, termasuk otak.

Sumber-sumber kedua zat gizi ini adalah daging sapi, ayam, ikan, telur, serta susu dan produk olahannya. Juga minyak ikan, tempe, tahu, dan kedelai.

Zat besi

Zat besi berperan besar dalam pembentukan sel-sel baru, termasuk otak, di mana ia mengangkut dan membagikan oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh. Ia juga berperan dalam pembentukan sel darah merah di dalam sumsum tulang belakang. Sistem imun yang berfungsi dengan baik adalah tanda cukupnya zat besi dalam tubuh.

Sumber-sumbernya adalah hati, daging merah, ikan, telur, serealia, dan sayuran berwarna hijau tua.

Vitamin B

Vitamin B sangat besar peranannya dalam perkembangan otak anak adalah Vitamin B1, B3, B6, dan B12. Vitamin B1 melindungi sel-sel saraf dalam jaringan sel pusat. Vitamin B3 menjaga keseimbangan kerja sel-sel saraf. Vitamin B6 berperan dalam proses pembentukan sel darah merah, serta membantu tubuh dalam proses penyerapan karbohidrat, protein, dan lemak. Sedangkan  Vitamin B12 berperan dalam membentuk senyawa kimia yang mendukung pertumbuhan dan fungsi sel saraf dan pertumbuhan tulang belakang, serta mencegah kerusakan saraf dan meningkatkan daya ingat. Bersama zat besi, vitamin B12 jga membantu pembentukan sel darah merah.

Sumber vitamin B adalah sereal, kacang-kacangan, biji-bijian, ikan, ayam, daging tanpa lemak, produk olahan susu, dan sayuran berwarna hijau.

Seng (Zn)

Seng berfungsi membantu otak dalam mengantar informasi genetik dalam sel. Selain itu, seng juga bertugas membantu proses pembentukan sel-sel tubuh, termasuk otak. Kekurangan seng dapat berpengaruh terhadap perkembangan kecedasan anak dan gangguan fungsi otak.

Seng banyak terdapat dalam daging, hati, ayam, seafood, susu, biji-bijian, dan kacang-kacangan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: