Aku dan Islam

Perjalanan Mencari Kebenaran Sejati

Secuil Kisah berjuta makna

Posted by anurachman pada Mei 1, 2009

Di sebuah bangsal rumah sakit, terdapat dua orang pasien yang sedang dirawat. Pasien pertama, sebut saja A pada paru-parunya dipenuhi cairan, sehingga ia harus duduk selama 1 jam setiap sore. si A menempati tempat tidur yang dekat dengan jendela. Pasien yang kedua, sebut saja B,  rupanya memiliki penyakit yang mengharuskannya berbaring sepanjang hari. Karena harus berbaring setiap hari, ia tidak keberatan menempati ranjang yang jauh dari jendela.

Setiap hari mereka bercakap-cakap sehingga menjadi sangat akrab. Setiap sore, ketika si A  harus duduk selama 1 jam, ia akan menceritakan kepada temannya tentang keadaan di luar bangsal yang dilihatnya. Selama satu jam itu, si B  yang hanya boleh berbaring saja merasa gembira, karena dapat mengetahui keadaan di luar lewat cerita dari si A. cerita akan kendahan pemandangan di luar bangsal perawatan membuat semangat hidup si B bangkit lagi.

Hingga pada suatu pagi, perawat mendapati si A telah meninggal. Perawat itu, dan si B, menjadi sedih atas meninggalnya si A. Perawat itu kemudian memanggil temannya untuk memindahkan jenazaah si A. Selang berapa lama, si B meminta kepada perawat untuk memindahkan dirinya ke tempat tidur dekat jendela, tempat si A sebelumnya berada. Perawat pun memindahkannya, sesuai dengan keinginan si B.

Setelah perawat itu pergi, si B kemudian memaksakan diri untuk melihat keluar jendela. Meski dengan menahan sakit, akhirnya dapat melihat keluar jenddela. Namun, apa yang didapatinya? Yang dilihat oleh si B tak lain hanyalah tembok kosong, dinding dari bangunan rumah sakit tersebut!!

Si B kaget, dan memanggil perawat yang selama ini merawat dia dan si A. si B bertanya, apa yang membuat si A menceritakan hal-hal yang tidak dilihatnya, seolah-olah si A telah melihat sendiri, sehingga keinginannya untuk hidup semakin besar?

Perawat tersebut menjelaskan bahwa mata si A buta, sehingga tidak dapat melihat apa-apa. Perawat itu berpendapat bahwa si A ingin memberi semangat hidup kepada si B, sehingga keinginan untuk sembuh si B dapat menguat. Si B tercenung, dan tak terasa air mata menetes di pipinya……………….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: