Aku dan Islam

Perjalanan Mencari Kebenaran Sejati

Poin Penting Orang Tua

Posted by anurachman pada Mei 1, 2009

Orang tua merupakan guru pertama yang akan memberikan pendidikan kepada anak-anaknya. Setiap orang tua memiliki peranan yang sangat penting dalam perkembangan anaknya. Setiap apa yang dilakukan oleh orang tuanya akan diikuti oleh si anak. Karena itu orang tua harus dapat memberikan yang terbaik bagi buah hatinya.

Banyak tulisan yang mengajarkan dan memberitahukan kepada kita tentang tata cara mendidik anak dengan baik. Sebagai orang tua, tentunya kita akan terus mencari dan menerapkan teori tentang cara mendidik anak yang kita temukan. Namun karena banyaknya teori yang ada, kita sering dibuat bingung untuk menerapkannya.

Jika kita teliti lebih jauh, sebenarnya kita dapat mengambil dan merumuskan setidaknya 25 teori penting yang harus kita ketahui dan lakukan, dari sekian banyak teori yang ada. Dengan menyederhanakannya, kita tidak akan kebingungan untuk mengaolikasikannya pada keluarga kita, sehingga hasilnya pun akan semakin maksimal. Kita pun dapat mendidik anak dengan baik dan terarah. Ke-25 poin penting bagi orang tua tersebut adalah:

1.    Prioritaskan Keamanan

Jangan lengah mengantisipasi, apa yang kira-kira akan dilakukan anak lalu segera pasang pengaman. Bila Si Kecil berusia 9 bulan dan sudah mulai belajar berdiri, artinya sudah saatnya untuk selalu menutup pagar, memasang bantalan khusus di sudut-sudut meja yang lancip, dan menyingkirkan panci-panci panas dari atas kompor ke tempat aman yang tak mudah diraihnya.

2.    Penuhi Harapannya

Sempatkan setidaknya 1-2 jam dalam seminggu untuk mengerjakan apa saja yang anak ingin lakukan, tanpa interupsi dari siapa pun atau gangguan dalam bentuk apa pun. Termasuk bila ia ingin bermain game yang tak Anda sukai, atau permainan yang Anda anggap sia-sia seperti membangun balok bertingkat lalu merobohkannya lagi.

3.    Menunjukkan Kasih Sayang

Biasakanlah memulai dan mengakhiri hari yang dilalui dengan mengucapkan “I love you.” Sebagai orang tua Anda mungkin sering berpikir, menunjukkan kasih sayang cukup lewat tindakan. Nyatanya? Anak membutuhkan, bahkan mendambakan ucapan tulus untuk benar-benar disayangi orangtuanya

4.    Memuji Pasangan

Jangan pernah mengakhiri hari tanpa mengakui peran pasangan dalam kehidupan buah hati Anda. Lakukan setidaknya sekali dalam satu hari.

5.    Memilih TPA (Tempat Penitipan anak) yang Baik

Jangan pernah ragu untuk menghabiskan waktu mendatangi sekaligus mengamati bagaimana anak-anak menghabiskan waktunya di TPA untuk bermain dan beraktivitas. Jangan segan-segan pula menggali informasi sebanyak-banyaknya dari pimpinan maupun staf pengasuh TPA mengenai fasilitas yang tersedia. Pendek kata, bersikaplah cermat sebelum menentukan pilihan, tak ubahnya seperti Anda hendak membeli mobil baru yang mahal harganya.

6.    Tinggalkan Arena

Bila Si Kecil sudah mampu “mencairkan” susana dengan lingkungan yang baru dimasukinya, segeralah menjauh. Terlalu banyak interaksi langsung berupa tatap muka hanya akan memperbesar situasi penuh konflik.

7.    Jangan Langsung Menghukum

Ibaratnya, setiap anak memiliki sebuah cangkir yang perlu diisi dan diisi lagi dengan cinta, perhatian, limpahan kasih sayang, dan penghargaan. Hari-hari yang menyebalkan, dunia yang kasar dan mendatangkan frustrasi akan langsung membuat cangkirnya kosong.

Jika Si kecil berulah, peluklah ia, dengarkan apa yang dikatakannya, dan habiskan waktu bersamanya. Selepas itu ia akan menunjukkan sikap kooperatif, sehingga Anda berdua jadi semakin akrab.

8.    Jangan Tinggalkan Anak di Tempat ‘Rawan’

Jika Anda sedang memandikan Si Kecil, jangan pernah sekalipun mengangkat telepon yang berdering atau melakukan pekerjaan sambilan lainnya. Tanpa pengawasan Anda, kecelakaan sangat mungkin terjadi hanya dalam hitungan detik!

9.    Lihat Perspektif Lain

Sekali dalam seminggu cobalah abaikan pelanggaran-pelanggaran kecil yang dilakukan anak seperti tatakrama di meja makan, lupa membersihkan ceceran makan, dan lainnya. Ingat, Anda juga bukan pribadi yang sempurna, kan?

10.    Istirahat Cukup

Bila ngotot ingin mematuhi jadwal tidur, Anda akan mudah terjaga dan ini akan membuat mental rapuh, yang ujung-ujungnya berpeluang menyebabkan depresi pascamelahirkan, lho! Jadi, sempatkan tidur dan istirahatlah ketika bayi Anda tertidur pulas.

11.    Jangan Panik

Tak perlu kelewat panik bila Si Kecil hanya mau makanan yang itu-itu saja. Anak tak akan kelaparan, kok. Jadi, jangan bosan menawarkan makanan yang beragam dalam porsi kecil tapi sering. Yang jelas, beri contoh dan biarlah ia melihat sendiri betapa Anda menyukai sayur mayur yang selama ini tak disukainya

12.    Lakukan Sekarang, Bicarakan Nanti

Tegurlah langsung dan tunjukkan respons Anda sesegera mungkin ketika anak berperilaku menyimpang. Membahas secara panjang lebar soal insiden itu bisa menyusul, di mana Anda juga perlu menegaskan lagi sejumlah aturan dan apa yang Anda harapkan dari Si Kecil.

13.    Jadi “Mainan” si Kecil

Daripada sibuk mencarikan Si Kecil mainan mahal, mengapa Anda tidak menghiburnya sendiri? Anda bisa bergerak sesukanya, menirukan bebunyian, menari, menyanyi, melakukannya bergantian, dan menanggapi apa yang diperbuatnya. Anda justru akan tampil hangat, penuh kelembutan, sekaligus menjadi mainan yang dijamin aman bagi Si Kecil.

14.    Amankan Mobil

Pastikan berulang kali kondisi jok mobil Anda benar-benar aman bagi Si Kecil. Jok khusus anak yang disetel tidak semestinya sering menjadi penyebab kecelakaan. Kapanpun Anda mengajak anak berkendara, pastikan segalanya sudah pada tempat yang semestinya, ya!

15.    Bersikap Romantis

Sempatkanlah bersenang-senang berdua bersama pasangan. Tunjukkan kemesraan suami-istri, misalnya dengan mencium Si Dia di depan anak, dan biarkan anak mendengar Anda membisikkan “I love you” pada pasangan dengan mesra.

16.    Sediakan P3K di Tas

Jangan lupa, bawalah selalu penawar mual/ muntah di dalam tas tangan Anda. Di rumah mungkin selalu tersedia, tapi siapa tahu Anda pun membutuhkannya saat di perjalanan. Terlebih bila dokter menyarankan demikian.

17.    Susun Album Foto

Paling tidak sisihkan selama 2 jam dalam sebulan untuk menyusun foto-foto agar menjadi kenangan yang tak terlupakan bagi seluruh anggota keluarga. Selagi mengumpulkan foto-foto dan barang-barang suvenir, bukankah Anda jadi punya waktu mereflkesikan kembali hal-hal berharga dalam hidup?

18.    Rawat Kulit si Kecil

Sediakan selalu baby oil atau krim pelembut dalam kemasan jumbo di meja kamar bayi. Pijatlah kedua kakinya secara bergantian sambil mengoleskan krim pelembut setiap kali mengganti popok atau baju.

19.    Member Julukan yang Baik

Panggilah Si Kecil dengan sebutan khusus yang mencerminkan uniknya hubungan Anda dengannya. Seorang anak yang punya banyak nama panggilan merupakan anak yang senantiasa disayangi dengan berbagai cara.

20.    Cermat Memilih Makanan si Kecil

Bacalah label di setiap kemasan makanan untuk anak yang Anda beli. Pastikan Anda tahu persis apa yang dimakan Si Kecil, terutama bila ia mengidap alergi terhadap jenis bahan pangan tertentu.

21.    Kompak di Depan Anak

Sekalipun Anda dan pasangan berbeda pendapat mengenai strategi mengatasi kenakalan anak, tetaplah bicarakan dan baca berbagai sumber mengenai hal itu sampai Anda berdua mencapai kesepakatan atau menemukan kompromi dan solusi terbaik.

22.    Jangan Lewatkan Ritual Keluarga

Seminggu sekali lakukan aktivitas bersama, seperti membaca buku dengan suara keras, berjalan-jalan, menjelajahi hutan, atau menikmati sarapan hari Minggu di kedai makan yang sama. Percayalah, pengalaman khusus ini akan meninggalkan kesan mendalam di ingatan anak-anak.

23.    Cegah Kekerasan sejak Dini

Jangan pernah biarkan anak memukul atau menendang Anda, sekalipun saat itu ia begitu marah atau frustrasi. Segera tahan tangan atau kakinya cukup kuat, sehingga ia tak bisa melancarkan aksinya. Katakan dengan tegas dan suara lantang, “Kamu tidak boleh memukul Ibu.”

24.    Asah Kepekaan Seninya

Ajari Si Kecil nyanyian-nyanyian sederhana atau puisi khusus untuk anak-anak. Melantunkan lagu dan puisi sungguh menyenangkan sekaligus mengasah keterampilan Si Kecil dalam mengatur intonasi yang kelak dibutuhkannya dalam membaca.

25.    Jangan Langsung Menggendongnya

Ketika bayi terbangun, jangan langsung menggendongnya. Membiarkannya belajar menenangkan diri sendiri merupakan kunci penting agar ia tak rewel di saat tidur malam. Tak perlu resah bila ia langsung tertidur pulas saat Anda menyusuinya atau memberinya susu botol sebelum waktu tidur. Sengaja mengganti popok biasanya merupakan cara ampuh untuk membuatnya terbangun.

Sumber: tabloid nova

dimuat di www.sekeluarga.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: