Aku dan Islam

Perjalanan Mencari Kebenaran Sejati

Mengoptimalkan Perkembangan Motorik Bayi

Posted by anurachman pada Mei 1, 2009

Perkembangan yang dialami bayi sangat menarik untuk diperhatikan. Sering hal ini membuat kita tersenyum sendiri, karena kemampuan si buah hati bertambah. Terlebih lagi jika perkembangan bayi kita, baik perkembangan motorik maupun psikis, dapat berjalan dengan optimal.

Optimalnya perkembangan anak tidak terlepas dari peran serta orang tua. Sebagai orang tua, kita dapat memberikan stimulus/rangsangan pada bayi kita, dengan tujuan untuk mengoptimalkan perkembangannya, terutama perkembangan motorik yang dimilikinya. Namun sebaiknya dalam memberikan stimulus ini, kita juga memperhitungkan usia anak, sehingga rangsangan yang kita berikan akan efektif.

Usia satu tahun pertama merupakan usia yang sangat penting bagi perkembangan motorik anak. Dalam usia ini, bayi akan mulai belajar untuk menggunakan dan menggerakkan anggota tubuhnya. Perkembangan motorik ini terbagi dalam beberapa fase:

Usia 0 – 3 bulan

Pada awal kehidupannya, bayi menggunakan gerak reflex yang dimilikinya untuk bertahan hidup. Gerak reflek ini imiliki oleh bayi dalam jangka waktu tertentu. Gerak releks yang di,iliki oleh bayi diantaranya adalah:

1. Refleks Moro

Refleks ini timbul ketika si kecil terkejut karena ia merasa akan jatuh atau ada suara yang sangat keras. Reaksi yang timbul setelah terkejut adalah melengkungkan punggungnya, menjatuhkan kepala lalu menarik kedua lengan dan kakinya ke arah dada.

2. Refleks Genggaman (Palmar Grasp)

Begitu Kita menyentuh telapak tangan si kecil, ia akan memberikan respon dengan menggenggam jari Kita. Inilah yang disebut dengan refleks genggaman.

3. Refleks Babinski

Refleks Babinski terdapat di bagian kaki.refleks ini akan timbul jika Kita menggoyangkan telapak kaki si kecil. Respon yang diberikan adalah jari-jari kakinya akan membuka, kemudian secara perlahan kakinya akan menekuk ke arah dada. Refleks ini juga dikenal dengan plantar grasp, sedangkan nama Babinski diberikan sebagai penghormatan kepada dokter yang pertama kali menemukan refleks ini.

4. Refleks Mencari Puting

Refleks ini adalah naluri alamiah si kecil yang ditunjukkan dengan menoleh serta mencari “sumber makanannya” ketika Kita menyentuh pipi atau bagian ujung mulutnya. Terkadang ketika si kecil menyusu ASI, tangannya yang belum terkontrol bergerak naik ke arah wajah dan menyentuh pipinya sendiri.

5. Refleks Mengisap

Kemampuan mengisap si kecil juga merupakan sebuah refleks karena bayi yang baru lahir akan menghisap apapun yang dimasukkan ke dalam mulutnya. Bagi si kecil, refleks menghisap ini berfungsi untuk makan, yaitu dengan menyusu ASI ataupun minum susu dari botol.

6. Refleks Melangkah

Refleks ini timbul ketika Kita mencoba membuat si kecil berdiri di atas lantai maka kakinya akan dijejak-jejakkan seperti akan berjalan. Refleks ini tidak mengindikasikan si kecil sudah mulai belajar berjalan dan akan hilang pada usia 4 bulan.

7. Refleks Tonic Neck

Ketika Kita baringkan si kecil dalam keadaan telentang dengan wajah berpaling ke salah satu arah, maka posisi lengan dan tubuhnya seakan bergerak ke arah yang berlawanan. Sementara itu, kaki dan tangannya menekuk menciptakan kesan seperti pemain anggar yang sedang mengambil posisi siap (fencing). Karenanya, gerakan refleks ini dikenal juga dengan fencing reflex.

8. Berenang

Si kecil sudah memiliki naluri untuk bertahan hidup dalam air. Refleks ini timbul ketika Kita membawanya ke dalam air dimana secara alami ia akan menggerakkan tangan dan kakinya.

Perkembangan motorik akan dimulai saat gerak reflex ini mulai hilang dari bayi kita. Biasanya dalam usia 2 bulan, akan mulai Nampak perkembangan motoriknya, yang tentunya lebih terarah jika dibandingkan dengan gerak reflex. Pada sat inilah, orang tua dapat memberikan stimulus yang tepat pada si kecil.

Perkembangan motorik yang mulai Nampak pada bayi di rentang usia ini adalah:

Tangan dan kaki bergerak aktif

Mengangkat kepala dalam posisi tengkurap

Untuk melatihnya, baringkan bayi dalam posisi tengkurap

Dalam posisi tengkurap dapat mengangkat dada (masuk usia 3 bulan)

Untuk melatihnya, panggil namanya atau bertepuk tangan sambil tersenyum padanya

Kepala tegak ketika didudukkan

Untuk melatihnya, coba sekali-sekali bayi didudukan

Usia 4 – 6 bulan

Dalam rentang usia ini, kemampuan bayi semakin bertambah. Biasanya bayi pada usia ini suah dapat tengkurap, berguling, memegang benda, dan suka menendang-nendang. Hal ini karena perkembangan motoriknya mulai meningkat dan bertambah.

Bayi juga suka melemparkan (menjatuhkan) apa saja yang dipegangnya. Selain itu, ia juga akan bertumpu pada kekuatan lengan dan kakinya, sehingga dapat berguling di tempat tidur.

Perkembangan gerak yang dialami bayi pada rentang waktu ini diantaranya adalah:

Tengkurap dan terlentang sendiri, Membalikkan badan.

Untuk melatihnya, sering letakan posisi dalam posisi tengkurap. Bila si kecil sedang tengkurap, balikkan tubuhnya. Atau sebaliknya, bila ia telentang balikkan badannya hingga ia tengkurap.

Menumpu badan pada kaki bila dipegang pada ketika (diberdirikan).

Melempar atau menjatuhkan benda-benda yg dapat digenggamnya.

Untuk melatihnya, beri mainan dari plastik yang dapat digenggam, dilempar dan dijatuhkan, seperti mainan berbunyi yang tidak mudah pecah, kubus-kubus kayu, cangkir plastik atau bola

Bisa duduk sendiri tanpa pegangan.

Untuk melatihnya, Dudukkan anak di pangkuan dengan menghadap keluar dan bersandar pada perut Anda. Lalu, pegang mainan (kerincingan) pada jarak penglihatannya. Usahakan agar si kecil tertarik sehingga ia berusaha meraihnya. Bila ia tertarik dan ingin meraih kerincingan tersebut, jauhkan si kecil sedikit demi sedikit sampai si kecil tidak bersandar lagi.

Usia 7 – 9 bulan

Dalam usia ini, bayi mulai senang mengangkat dan menurunkan pantatnya. Ia juga akan senang meloncat-loncat saat berdiri dengan bantuan tangan kita. Pada usia ini juga ia mulai mencoba untuk mendekati obyek tertentu dengan mengesot, yang merupakan langkah awal sebelum ia merangkak. Saat sudah bisa merangkak, ia akan terus mengeksplorasi sekitarnya.

Selain itu otot punggung dan bahu si kecil sudah semakin terkontrol. Oleh karena itu ia kini bisa duduk sendiri tanpa bantuan dari kedua orangtuanya. Selain duduk tanpa dibantu anak usia 8 bulan juga mulai dapat menarik tubuhnya ke dalam posisi berdiri. Dengan latihan berdiri ini si kecil sebetulnya melatih perkembangan otot kakinya. Ia jadi senang menggoyang-goyangkan tubuhnya ke depan dan ke belakang. Kekuatan ototnya ini akan membantunya merangkak dengan cepat.

Tahap selanjutnya, bayi akan berlatih berdiri dengan kedua tangannya bertumpu  pada kursi, meja, atau perabot rumah tangga lainnya yg dapat menahan berat badannya. Lihatlah ketika ia tengkurap atau merangkak, kedua tangannya akan berusaha memegang meja atau kursi kecil. Lalu sambil berpegangan, secara perlahan ia akan mengangkat tubuhnya untuk berdiri. Dari berdiri ia pun kini dapat duduk sendiri tanpa bantuan.

Setelah cukup kuat berdiri, ia akan berjalan sambil tetap berpegangan, atau yang kita kenal dengan merambat. Ia akan menarik tubuhnya ke samping saat berdiri, dengan tetap bertumpu pada obyek yang menopang berat tubuhnya.

Pada usia ini pula ia akan mulai belajar untuk berjalan. Selain melatih otot-otot kakinya, ia juga belajar untuk menapakkan kakinya ke depan, tentunya tetap berpegangan pada tangan kita. Dengan latihan yang rutin, maka ia akan dengan cepat belajar berjalan, yang merupakan salah satu kebanggaan kita sebagai orang tua.

Dari uraian di atas, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa pada rentang usia 7 – 9 bulan, otot-otot kaki anak kita sudah mulai terlatih. Karena itu, kita dapat melakukan stimulus yang dapat mengoptimalkan perkembangan motorik bayi kita. Yang dapat kita lakukan diantaranya adalah:

Bila digendong dan diberdirikan dipangkuan anda, bayi akan meloncat-loncat.

Senang mengakat dan menurunkan bokong serta punggungnya Sering-seringlah ia diberdirikan di pangkuan anda. Jangan takut tungkainya akan bengkok atau patah karena sebetulnya ia sedang melatih kekuatan kakinya untuk menahan berat badannya Bayi sudah dapat berdiri dengan kedua tangannya berpegangan pada meja atau kursi, lalu menggeser kakinya satu persatu ke arah samping. Pegang kedua pinggang bayi dan gerakkan tubuhnya ke kanan dan ke kiri untuk melatihnya berdiri.

Merangkak.

Latihlah merangkak dengan meletakkan bayi di ruangan yg luas (dan bersih) yang memungkinkan si kecil berjalan merangkak kesana kemari. Letakkan mainan, misalnya bola, dan mainkan bola tersebut agar si kecil tertarik untuk mengambilnya. Si kecil akan berusaha mendapatkan bola tersebut dengan cara merangkak. Jika ia sudah mendapatkannya beri pujian dan katakan bahwa ia pintar. Tetapi tetap awasi, mungkin di sekitar rurangan ada benda-benda yg berbahaya, seperti stop kontak.

Bisa duduk sendiri tanpa bantuan dari orang tuanya.

Dapat menarik tubuhnya ke dalam posisi berdiri Selain duduk tanpa dibantu, anak usia 8 bulan dapat menarik tubuhnya ke dalam posisi berdiri Beri meja atau bangku yang rendah.

Si kecil mulai belajar berjalan

Sering-seringlah melatih si kecil jalan dengan cara memegang kedua tangannya lalu biarkan ia melangkahkan kakinya selangkah demi selangkah dan bimbing ke suatu tempat. Beri ciuman pada pipi si kecil bila ia berhasil sampai di “tempat tujuan” agar lebih bersemangat lagi berlatih jalan

Usia 10 – 12 bulan

Menjelang usianya satu tahun, kepandaian serta ketrampilan bayi makin berkembang. Tonggak kepandaian motorik yang paling menonjol pada usia ini adalah semakin mahirnya ia melangkahkan kakinya. Kini si kecil semakin rajin melangkahkan kakinya ke samping sambil berpegangan pada perabot rumah tangga. Jatuh bangun adalah hal biasa yang akan dialami bayi dalam mengoptimalkan kemampuan jalannya. Oleh karena itu, sekali lagi, keamanan di sekitar anak harus terjaga.

Di usia 10 bulan bayi sudah dapat duduk tanpa bantuan. Dengan menggunakan kekuatan otot lengan dan bahunya si kecil juga mulai mampu membangkitkan tubuhnya ke posisi berdiri. Semua ketrampilan ini bisa dilakukan bayi karena ia semakin pandai mengontrol otot punggung dan bahu. Selain membangkitkan tubuhnya ke posisi berdiri si kecil juga senang melakukan aktivitas bangkit dari duduk untuk kemudian duduk kembali.

Dalam usia 11 bulan, yang paling menonjol dalam perkembangan kemampuan motoriknya adalah kemampuan untuk berdiri sendiri dalam waktu kurang lebih 2 detik. Pada saat ini tampaknya si kecil suka berdiri tanpa bantuan apapun. Hal ini terjadi karena kontrol dirinya akan keseimbangan semakin berkembang, sehingga membuat si kecil terbiasa berdiri di atas kedua kakinya.

Dalam melakukan aktivitas berlatih berdri tanpa bantuan ini, si kecil akan meluruskan tungkainya dari posisi tengkurap atau duduk. Lalu ia akan mengangkat tubuhnya dengan bertumpu pada kedua telapak tangannya. Kesenangan barunya ini membuat bayi “malas” untuk duduk kembali. Kalaupun ingin kembali ke posisi duduk, ia akan berpegangan pada meja. Lagipula si kecil kini sudah dapat berdiri tegak secara gagah dan dilanjutkannya denganberjalan dua tiga langkah, yang akan dicobanya lagi terus menerus untuk meyakinkan dirinya, bahwa ia sekarang dapat menapak tanpa bantuan siapapun.

Selain sudah dapat berdiri sendiri, si kecil kini akan menjadi tukang panjat. Sekarang ia akan mencoba memanjat barang-barang yang tampaknya menarik untuk didaki, seperti meja, kursi dan tangga.Oleh karena itu jangan tinggalkan si kecil memanjat tanpa pengawasan.

Memasuki usia 12 bulan sebagian besar bayi telah siap untuk jalan walau kelihatan masih limbung. Berjalan merupakan pengalaman baru yg amat mengasyikkan. Namun kadang-kadang si kecil memilih merangkak ketika bermain, mungkin karena aktivitas ini dapat membuatnya bergerak lebih cepat.

Perkembangan motorik yang terjadi pada bayi, dari keterangan diatas dan cara untuk menstimulusnya adalah:

Bangkit untuk berdiri dan bangkit lalu duduk kembali.

Untuk melatihnya, dudukkan bayi di permukaan seperti lantai atau kasur, dan biarkan ia mencoba sendiri untuk berdiri atau bangkit untuk kemudian duduk sendiri.

Mulai mampu memanjat ketinggian 15-30 cm

Dudukkan bayi di lantai dan beri mainan yg disukainya. Ambil mainan tersebut dan letakkan di tempat yg lebih tinggi. Usahakan ia melihat mainan tersebut dipindahkan dan katakan “Ambil nak”, sambil menepuk-nepuk tempat tersebut. Anak akan berusaha meraih mainan tersebut dengan merambat, lalu memanjat tempat tinggi tersebut. Dampingi anak dari belakangsambil beri dorongan. Jika ia menemukan kesulitan bantu dengan mendorong pantatnya.

Mulai dapat berjalan walau masih 2-3 langkah dan kemudian jatuh terdudu karena keseimbangannya belum sempurna.

Ketika sudah mulai berjalan, langkah si kecil masih limbung.

Sudah dapat berjalan.

Kadang-kadang walaupun sudah dapat berjalan si kecil masih suka merangkak, karena aktivitas ini berlangsung lebih cepat, apalagi jika ia menginginkan sesuatu benda yg jauh untuk dijangkaunya. Ajaklah si kecil berjalan di luar ruangan, misalnya di halaman rumah atau taman. Ia membutuhkan ruang yg luas untuk mencoba kaki-kakinya bergerak lincah. Biarkan ia menjelajah ruangan dengan kakinya tanpa dipegang, yg penting awasi agar ia tidak membentur benda keras seperti ujung meja.

(dinukil dari booklet ayahbunda, dimuat di sekeluarga.com)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: