Aku dan Islam

Perjalanan Mencari Kebenaran Sejati

Pemimpin Yang Baik

Posted by anurachman pada April 29, 2009

Sebentar lagi bangsa Indonesia akan melakukan perhelatan akbar untuk memilih pemimpin di negeri ini. Banyak orang yang berlomba-lomba untuk menduduki posisi pimpinan. Dukungan partai politik dan ketenaran menjadi salah satu faktor yang ikut mendorong orang untuk beradu argument dan kemampuan sebagai calon pemimpin bangsa.

Sebenarnya pemimpin yang bagaimana yang diperlukan oleh bangsa ini? Bagaimana pemimpin yang seharusnya memimpin bangsa kita? Alangkah baiknya jika kita menengok kebelakang, beberapa abad silam sepeninggal Rasulullah SAW.

Tidak berapa lama setelah Nabi Besar Muhammad SAW meninggal dunia, para sahabat sepakat untuk membaiat Abu Bakar as-Shidiq sebaga khalifah kaum muslimin. Sebenarnya Sayyidina Abu Bakar sendiri tidak menginginkannya, namun karena kaum muslimin yang meminta, beliau akhirnya bersedia.

Semasa kepemimpinannya, Amirul Mukminin Abu Bakar selalu berusaha untuk mensejahterakan rakyatnya. Hal ini terlihat dengan kesediaan beliau untuk melihat langsung kondisi rakyatnya, dan membantu tanpa diminta apabila ada rakyat yang memerlukan bantuan.

Umar bin Khattab r.a. yang diangkat menjadi khlaifah sepeninggal Abu Bakar r.a. juga melakukan hal yang tidak jauh berbeda. Beliau bahkan sering berkeliling kampong secara diam-diam untuk melihat kondisi rakyatnya. Sering beliau membantu kesulitan rakyatnya dengan menyembunyikan identitasnya sebagai Amirul Mukminin.

Seorang khalifah yang lain, Amirul Mukminin Umar bin Abdul Aziz bahkan tidak mau ditemui oleh orang lain selama tiga hari setelah diangkat menjadi khalifah. Beliau merenungi tugas berat yang akan dihadapinya. Bahkan beliau juga langsung menyerahkan semua harta kekayaannya ke baitul maal untuk kemaslahatan umat. Beliau juga tidak mau menerima fasilitas yang biasanya dinikmati oleh seorang pemimpin, dan memilih tinggal di sebuah gubug yang reyot.

Dari kisah ketiga Amirul Mukminin tersebut, sebenarnya banyak hikmah yang dapat diambil, terutama bagi calon bangsa ini. Seorang pemimpin yangbaik adalah yang tidak pernah meminta, baik itu meminta untuk dicalonkan, maupun hal lain. Para Amirul mukminin telah mengajarkan bagaimana kepemimpinan dapat berjalan dengan baik dan rakyat makmur dengan kepemimpinan yang penuh kezuhudan.

Penyerahan harta kekayaan ke baitul maal yang dilakukan Amirul Mukminin Umar bin Abdul Aziz juga menyiratkan agar seorang pemimpin tidak sibuk mengurusi hartanya sendiri dan melupakan kewajibannya kepada umat yang dipimpinnya. Selain itu, hal ini juga untuk menghindarkan diri dari godaan kerja sama untuk meningkatkan hartanya selama dia menjadi pemimpin.

Kita tentunya berharap para pemimpin yang akan memimpin bangsa ini memiliki sifat-sifat seperti para Amirul Mukminin di masa sesudah Rasulullah SAW. Dengan pemimpin yang demikian, tentunya kita akan menjadi negara yang makmur, dan sejahtera di segala bidang, Insya Allah.

2 Tanggapan to “Pemimpin Yang Baik”

  1. Nur Imanda Islamie said

    Assalaamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh, akhi
    Insya Allah selalu dalam keberkahan Allah swt, karena telah menyebarkan ilmu agama Islam nya.
    Afwan, saya telah copas artikel akhi, mohon ke ikhlasannya
    Insya Allah merupakan bahan bagi ana untuk disampaikan pula kepada muslimin yang lain.
    Insya Allah barakallaahu ‘alaykum wa ‘alayna, aamiin ya Allah.
    Jazakumullaaha khairan katsiran
    Wassalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakatuh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: