Aku dan Islam

Perjalanan Mencari Kebenaran Sejati

Anak Belajar dari Pengalaman

Posted by anurachman pada April 29, 2009

Usia anak-anak adalah masa-masa emas untuk belajar. Pada usia ini, anak dipenuhi dengan perasaan ingin tahu yang tinggi. Dia akan selalu melakukan observasi untuk memenuhi rasa ingin tahunya. Ia akan banyak belajar dari pengalaman yang dialaminya.

Sebagai orang tua, kita harus selalu berusaha membimbing anak-anak dengan baik. Sebab, yang pertama kali dipelajari oleh anak berasal dari orang tuanya. Apa yang dilihat dan didengarnya dari orang tuanya akan terus terpatri dan secara tidak langsung akan membentuk kepribadian dia saat dewasa kelak.

Dorothy Law Nolte, seorang doctor dan pendidik menulis dalam bukunya, bahwa segala sesuatu yang diajarkan kepada anak-anak, baik itu positif maupun negatif, akan menghasilkan pikiran dan tindakan, baik positif maupun negatif, pada anak kita saat mereka dewasa nanti.

Hal ini patut menjadi pertimbangan bagi kita agar dapat menjaga sikap saat berada di depan anak-anak. Terlebih lagi, mereka senang menirukan apa saja yang dilihat dan didengarnya, tanpa memikirkan dan memahami apa akibat yang ditimbulkan. Jangan sampai mereka berbuat hal-hal yang tidak baik, hanya karena ia melihat kita melakukannya.

Berikut ini adalah apa yang ditulis oleh Dorothy dalam bukunya, sebagai pertimbangan kita dalam mendidik anak-anak:

•    Kalau anak-anak banyak di kritik dalam kehidupannya, mereka akan belajar mengutuk
•    Kalau anak-anak banyak mengalami permusuhan dalam kehidupannya, mereka akan belajar berseteru
•    Kalau anak-anak banyak mengalami ketakutan dalam kehidupannya, mereka akan belajar prihatin
•    Kalau anak-anak banyak dicemooh dalam kehidupannya, mereka akan belajar menjadi pemalu
•    Kalau anak-anak banyak mengalami kecemburuan dalam kehidupannya, mereka akan belajari iri hati
•    Kalau anak-anak banyak mengalami hal yang memalukan dalam kehidupannya, mereka akan belajar merasa bersalah
•    Kalau anak-anak banyak diberikan dorongan dalam kehidupannya, mereka akan belajar percaya diri
•    Kalau anak-anak merasakan toleransi dalam kehidupannya, mereka akan belajar sabar
•    Kalau anak-anak banyak dipuji dalam kehidupannya, mereka akan belajar menghargai
•    Kalau anak-anak merasa diterima dalam kehidupannya, mereka akan belajar mengasihi
•    Kalau anak-anak merasa didukung dalam kehidupannya, mereka akan belajar menyukai diri sendiri
•    Kalau anak-anak merasa diakui dalam kehidupannya, mereka akan belajar bahwa mempunyai sasaran itu baik
•    kalau anak-anak dibiasakan berbagi dalam kehidupannya, mereka akan belajar bermurah hati
•    Kalau anak-anak dibiasakan jujur dalam kehidupannya, mereka akan belajar mengatakan yang sebenarnya
•    Kalau anak-anak merasakan keadilan dalam kehidupannya, mereka akan belajar bersikap adil
•    Kalau anak-anak banyak diberikan kemurahan dan pertimbangan dalam kehidupannya, mereka akan belajar menghormati
•    kalau anak-anak merasa tentram dalam kehidupannya, mereka akan belajar percaya kepada diri sendiri maupun orang-orang disekeliling mereka
•    Kalau anak-anak merasakan persahabatan dalam kehidupannya, mereka akan belajar bahwa dunia ini tempat tinggal yang menyenangkan

Bagaimanapun juga, anak-anak itu diibaratkan sebuah kertas kosong yang masih bersih. Kita sebagai orang tua yang akan menentukan dengan apa kertas kosong tersebut kita tulisi. Karena itu, bimbingan dan pendidikan dari kita merupakan pondasi yang sangat penting bagi mereka, untuk menjalani kehidupan ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: