Aku dan Islam

Perjalanan Mencari Kebenaran Sejati

Wudhu Rasulullah saw

Posted by anurachman pada April 24, 2009

Setiap hari kita selalu bersuci, agar badan kita terhindar dari najis. Bersuci dapat disebabkan oleh berbagaiaasan, misalnya setelah junub maupun sebelum melakukan sholat. Bahkan Rasulullah saw pun menganjurkan kepada kita gar selalu bersuci setiap saat.

Salah satu bentuk dari thaharah (bersuci) adalah dengan melakukan wudhu. Sedikitnya, kita lima kali mengambil wudhu, setiap sebelum menghadap Allah SWT. Tentunya kegiatan wudhu ini sudah menjadi hal yang tidak asing lagi bagi kita. Terlebih lagi, banyak sekali tuntunan dan tata cara berwudhu yang dapat kita pelajari dari berbagai media.

Namun, sudah sesuaikah tata cara wudhu kita dengan cara wudhu Rasulullah saw? Bagaimanakah cara-cara wudhu yang diajarkan oleh Rasulullah saw?
Gerakan wudhu yang diajarkan oleh Rasulullah saw ini sering dipraktekkan oleh para sahabat. Salah satu sahabat yang mempraktekkan cara wudhu Rasulullah saw adalah Utsman bin Affan ra. hal ini diceritakan oleh bekas budak Beliau yang bernama Humran:

Utsman bin Affan radhiallahu ‘anhu meminta air wudhu. (Setelah dibawakan), ia berwudhu: Ia mencuci kedua telapak tangannya tiga kali, kemudian berkumur-kumur dan memasukkan air ke dalam hidungnya, kemudian mencuci wajahnya tiga kali, lalu membasuh tangan kanannya sampai siku tiga kali, kemudian membasuh tangannya yang kiri tiga kali seperti itu juga, kemudian mengusap kepalanya lalu membasuh kakinya yang kanan sampai kedua mata kakinya tiga kali kemudian membasuh yang kiri seperti itu juga. Kemudian mengatakan,“Saya melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berwudhu seperti wudhuku ini lalu Rasulullah bersabda, ‘Barangsiapa berwudhu seperti wudhuku ini kemudian berdiri dan ruku dua kali dengan sikap tulus ikhlas, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.’” (Muttafaq ‘alaihi)

Dari riwayat tersebut, kita dapat menyimpulkan bahwa gerakan wudhu yang dilakuakn dan diajarkan oleh Rasulullah saw terhadap umat muslim adalah sebagai berikut:

1.    Niat dalam hati

“Sesungguhnya amal ibadah itu tergantung dari niat”. Kalimat tersebut tentu sudah sering kita dengar, bahkan sudah “mendarah daging” pada diri kita. Demikian pula halnya dengan wudhu. Namun niat itu hanya kita ucapkan dalam hati, tidak perlu dilafadzkan. Sebab, Rasulullah saw tidak pernah melafalkan niatnya melalui lisan.

2.    Membaca basmallah

3.    Membasuh kedua tapak tangan

4.    Berkumur dan membasuh hidung

Kita sering memisahkan bagian ini. Sering kita berkumur lebih dahulu. Setelah berkumur, baru kita membasuh hidung kita. Padahal Rasulullah mengajarkan kepada kita agar menyatukan kedua gerakan tersebut. Saat kita berkumur, kita sekaligus memasukkan air ke dalam hidung dengan tangan kanan, dan mengeluarkannya dengan tangan kiri.

5.    Membasuh muka

Yang dimaksud dengan muka adalah seluruh bagian wajah, mulai dari telinga kanan hingga telinga kiri, dan mulai dari tempat tumbuhnya rambut hingga dagu. Jika kita memelihara jenggot, maka jenggot tersebut wajib untuk dibasuh, hingga ke sela-selanya.

6.    Membasuh kedua tangan, dimulai dari tangan kanan

Basuhan yang sempurna adalah basuhan yang dimulai dari ujung-ujung jari hingga siku, kemudian menggosok-gosok lengan, membasuh siku dan membersihkan sela-sela jemari. Setelah tangan kanan selesai, baru dilanjutkan membasuh dengan cara yang sama untuk tangan kiri

7.    Mengusap kepala dan telinga

Yang sering dilakukan oleh umat muslim pada umumnya adalah (lagi-lagi) memisahkan gerakan mengusap rambut dan telinga. Padahal Rasulullah saw memberikan ciontoh dengan sekali gerakan, untuk menusap rambut kepala dan sekaligus telinga. Pengusapannya pun hanya dilakukan satu kali, lain dengan anggota wudhu yang lain, yang dilakukan sebanyak tiga kali.

Praktek yang dicontohkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah membasahi kedua telapak tangan dengan air, kemudian mengusap mulai dari kepala bagian depan, diusap sampai ke belakang, kemudian dibalikkan lagi usapan itu ke depan dan langsung dilanjutkan mengusap telinga dengan cara memasukkan jari telunjuk ke lubang telinga sedangkan ibu jari mengusap daun telinga bagian luar.

8.    Membasuh kedua kaki, dimulai kaki sebelah kanan

Membasuh kaki secara sempurna adalah dengan cara membasuh ujung-ujung jari kaki sampai mata kaki, mencuci mata kaki dan membersihkan sela-sela jari kaki. Setelah selesai membasuh kaki kanan, maka dilanjutkan dengan kaki kiri dengan cara yang sama.

Sesudah wudhu, disunnahkan untuk membaca dzikir/doa. Banyak jenis dzikir yang dapat kit abaca saeusai wudhu. Salah satu bacaan yang dicontohkan oleh Rasulullah saw adalah bacaan berikut:

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ له وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدً عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ

Artinya, “Saya bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang layak disembah kecuali Allah yang tidak ada sekutu bagi-Nya dan saya bersaksi pula bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.”

Semoga tulisan ini dapat menambah pengetahuan kita, dan membuat ibadah yang kita lakukan dapat lebih sempurna disbanding sebelumnya. Amin

Wallahu a’lam

sumber: www.syahadat.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: