Aku dan Islam

Perjalanan Mencari Kebenaran Sejati

Sholat Sunnah Rawatib

Posted by anurachman pada Mei 11, 2009

“Dirikanlah sholat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula sholat) subuh. Sesungguhnya sholat subuh itu disaksikan (oleh malaikat).” (QS. Al Israa’ : 78)

Demikianlah Allah swt telah menjadikan ibadah sholat sebagai satu amalan wajib bagi seluruh umat Islam. Ayat di atas merupakan perintah untuk melaksanakan sholat fardhu yang lima waktu, yaitu sholat Isya, Shubuh, Dhuhur, ‘Ashar, dan Maghrib. Kelima sholat tersebut merupakan rangkaian sholat wajib yang harus dilakukan oleh setiap umat Islam yang beriman kepada Allah swt.

Selain harus melaksanakan sholat fardhu lima waktu yang wajib tersebut, umat Islam juga diperintahkan untuk melaksanakan berbagai macam sholat sunnah, yang berfungsi untuk menyempurnakan amalan sholat-sholat fardhu. Salah satu sholat sunnah yang diperintahkan adalah sholat sunnah rawatib, sebagaimana banyak terdapat pada hadits-hadits Rasulullah saw. Sholat sunnah rawatib merupakan salah satu jenis sholat sunnah yang dikerjakan ketika sebelum atau sesudah melaksanakan sholat-sholat wajib atau sholat fardhu.

Sholat sunnah rawatib yang dilaksanakan sebelum sholat fardhu disebut dengan sholat sunnah Qobliyah, sedangkan sholat rawatib yang dikerjakan sesudah mengerjakan sholat fardhu disebut dengan sholat sunnah Ba’diyah. Sedangkan mengenai kesunahannya, sholat sunnah rawatib ada yang hukumnya sunnah muakkad, ada pula yang sunnah ghoiru muakkad. Sholat sunnah rawatib dikerjakan sebanyak dua rakaat atau ada juga yang dilakukan sebanyak empat rakaat. Berikut kami sajikan pembahasan sederhana mengenai sholat sunnah rawatib.
MACAM-MACAM SHOLAT SUNNAH RAWATIB

1. Sholat sunat rawatib muakkad

Yaitu sholat rawatib yang sangat diutamakan (yang tingkat kesunahannya lebih tinggi, karena Rasulullah saw dahulu sering melakukannya). Sholat sunnah rawatib muakkad ini diantaranya adalah sholat sunnah yang dilakukan pada waktu:

a) Sebelum shubuh dua rokaat

b) Sebelum dhuhur dua rokaat

c) Sesudah dhuhur dua rokaat

d) Sesudah maghrib dua rokaat

e) Sesudah isya dua rokaat

“Dari Aisyah ra, bahwa Nabi Muhammad saw bersabda: Dua rakaat fajar (qabliyah subuh) itu lebih baik daripada dunia dan seisinya.” (HR. Muslim)

Dari Ibnu Umar ra berkata, “Aku menjaga 10 rakaat dari nabi saw: 2 rakaat sebelum sholat Dhuhur,2 rakaat sesudahnya,2 rakaat sesudah sholat Maghrib, 2 rakaat sesudah sholat Isya dan 2 rakaat sebelum sholat Shubuh. (HR. Muttafaqun ‘alaih)

2. Sholat sunat rawatib ghoiru muakkad

Yaitu sholat sunnah rawatib yang tidak terlalu diutamakan.

a) Dua atau empat rakaat sebelum sholat Ashar

Dari Ibnu Umar ra. berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Semoga Allah SWT mengasihi seseorang yang sholat 4 rakaat sebelum sholat Ashar.” (HR. Ahmad, Abu Daud, Tirimizi dan Ibnu Khuzaemah).

b) Dua rakaat sebelum sholat Maghrib

Dari Abdullah bin Mughaffal ra. ia berkata: Nabi saw bersabda, “Di antara adzan dan iqomah ada sholat, di antara adzan dan iqomah ada sholat (kemudian dikali ketiga beliau berkata:) bagi siapa yang mau.” Beliau takut hal tersebut dijadikan oleh orang-orang sebagai keharusan. (HR Bukhari No. 627 dan Muslim No. 838)

Dan dalam riwayat Abu Daud, “Sholatlah kalian sebelum Maghrib dua rakaat.” Kemudian beliau bersabda, “Sholatlah kalian sebelum Maghrib dua rakaat bagi yang mau.” Beliau takut prang-orang akan menjadikannya sholat sunnah. (HR Abu Daud No. 1281)

c) Dua rakaat sebelum sholat Isya

Ibnu Umar ra. berkata : Saya sholat bersama Rasulullah saw dua rakaat sebelum dhuhur, dan dua rakaat sesudahnya, dan dua rakaat sesudah jum’ah dan dua rakaat sesudah maghrib serta dua rakaat sesudah isya. (HR. Bukhari, Muslim)

Sholat Sunnah Rawatib Ba’diyah (Sesudah ‘Ashar)

Tidak seluruh sholat fardhu yang lima waktu dapat atau boleh diikuti dengan sholat sunnah rawatib (ba’diyah). Sholat shubuh dan sholat ‘ashar merupakan sholat fardhu yang tidak boleh diikuti dengan sholat sunnah rawatib ba’diyah, karena Rasulullah saw telah melarang umatnya untuk mengerjakan sholat sunnah ba’diyah shubuh maupun ba’diyah ‘ashar. Rasulullah saw bersabda:

Dari Abi Said Al-Khudri ra. berkata, “Aku mendengar Rasulullah saw bersabda,“Tidak ada sholat setelah sholat shubuh hingga matahari terbit. Dan tidak ada sholat sesudah sholat ‘Ashar hingga matahari terbenam. (HR Bukhari dan Muslim).

Dengan demikian jelas bahwa haram hukumnya mengerjakan sholat sunnah ba’diyah shubuh maupun ba’diyah ‘ashar.

Keutamaan Sholat Sunnah Rawatib

Allah swt akan memberikan ganjaran yang sangat besar kepada hamba-Nya yang senantiasa menjadikan sholat sunnah rawatib sebagai amalan yang kontinyu. Ganjaran Allah swt kepada orang-orang yang mendawamkan sholat sunnah rawatib yaitu Allah swt akan membangunkannya rumah di Surga. Selain itu, bagi orang-orang yang mendawamkan sholat sunnah rawatib qobliyah shubuh (sholat sunnah fajar), maka Allah swt akan memberikan balasan yang jauh lebih besar dan lebih bernilai daripada dunia dan seisinya.

Ummu Habibah berkata, “Aku telah mendengar Rasulullah saw bersabda: Barangsiapa Sholat dalam sehari semalam dua belas rakaat, akan dibangun untuknya rumah di Surga, yaitu empat rakaat sebelum Dzuhur dan dua rakaat sesudahnya, dua rakaat sesudah maghrib, dua rakaat sesudah Isya dan dua rakaat sebelum Sholat Subuh.” (HR Tirmidzi, ia mengatakan, hadits ini hasan sahih).

“Dari Aisyah ra, bahwa Nabi Muhammad saw bersabda: Dua rakaat fajar (qabliyah subuh) itu lebih baik daripada dunia dan seisinya.” (HR Muslim)

www.syahadat.com

About these ads

22 Tanggapan to “Sholat Sunnah Rawatib”

  1. sahabuddin said

    salam kenal dari saya? saya akan coba bergabung dengan anda semua.,.,.,,?

  2. ade arman said

    assalamualaikum….trimakasih atas penjelasannya mengenai bagaimana tugas yang seharusnya dilakukan oleh seorang istri….saya berniat memberikan penerangan semampu saya buat calon istri saya agar dapat menangkap ide dan semangat menjadi istri salihah semampu saya dan semampu calon istri seya berdasarkan apa yang telah dijelaskan diatas….
    sukran jazilan ustadz…
    salam

  3. minda said

    ustad saya mau tanya waktu pelaksanaan sholat sunah rowatib ba’diah itu apa setelah adzan sampai iqomat ??lalu utk qobliahnya apa setelah kt melaksanakan sholat wajib?? tolong dijawab di emeil saya. makasih..

  4. arif said

    ass. Wr wb
    Salam kenal semua. Alhamdulillah sy jadi tahu mengenai solat sunat rawatib. Tp ada yg sy bingungkan. Sebenarnya kl solat sunat rawatib membaca doa iftitah ga setealah takbiratur ihram??????. Trus memebaca surat ga setealah alfatihah. Soalnya sya bingung ketika salat sunat di mesjid kok pada cepat sekalu solatnya??????. mkc mhon jawabannya.
    Ke email sya
    rifmuh_raya@yahoo.com

    Mkc banyak. Wss

  5. arif said

    ass. Sya ingin bertanya kembali.
    misalkan sy solat dzuhur jam 1 dikarenakan pekerjaan. Boleh ga saya melaksanakan solat sunat dulu baru solat fardu????????????
    Apakah saya mesti langsung solat dzuhur tak perlu melaksanakan solat sunat??? Dimohon jawabannya.
    Ke email sya
    rifmuh_raya@yahoo.com
    Mkc banyak.

  6. Ahmad Riski said

    assalamualaiku.
    sebelumnya saya trimakasih atas ilmunya. saya mau tanya bagaimana mengenai sholat tahyatul masjid. tolong kirim ke facebook saya.
    fb : ahmad_riski@yahoo.com

  7. Muflihin said

    Alhamdulillah,semoga ALLAH paring hidayah dan kekuatan untuk bisa menjalankan sunah nabi. aamien.

  8. terimakasih infonya dan ilmunya…..

  9. adi said

    jassakallah

  10. licia said

    syukron untuk pembahasan nya ;)

  11. aa' lihin said

    سكرًا كثير

  12. andi abdullah yusuf said

    ass.wr.wb, ustad..mo nanya.. jika kt diberi barang misal speda bekas usia 1thn pakai yg disaat beli harga 1,4jt. apakah wajib disucikan infaqnya? brp nilainya? trims

  13. suyanto yai said

    bagaimana sholat rowatib ketika safar?

  14. Mohon Info pengajian di Jakarta Selatan, sy kerja di Gandaria dan kost di Pos Pengumben, Permata Hijau.

    Jazakallah Khairan Katsir..

  15. jazakumullah khairan akhi atas ilmunya :)

  16. Syukron atas ilmunya,sob. Ana ingin nanya, nih.

    Kalau melihat dari hadits ini:

    Dari Abi Said Al-Khudri ra. berkata, “Aku mendengar Rasulullah saw bersabda,“Tidak ada sholat setelah sholat shubuh hingga matahari terbit. Dan tidak ada sholat sesudah sholat ‘Ashar hingga matahari terbenam. (HR Bukhari dan Muslim).

    Berarti sholat dhuha gak boleh donk? tolong dikirim ke dajjall666@yahoo.com, ya yang bisa menjelaskan. Sekali lagi syukron katsir.

    • Ade said

      Assalamulaikum…

      Coba bantu jawab.. Salat Duha adalah Salat Sunah yang dilakukan seorang muslim ketika waktu Duha. Waktu duha adalah waktu ketika Matahari mulai naik kurang lebih 7 hasta sejak terbitnya (kira-kira pukul tujuh pagi) hingga waktu zuhur. Jumlah rakaat salat duha minimal 2 rakaat dan maksimal 12 rakaat. Dan dilakukan dalam satuan 2 rakaat sekali salam.

      sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Salat_Duha

      Syukron

  17. elvira157 said

    ilmu yang bermanfaat

    salam

  18. Jati said

    itu shalat rawatib 2 rakaat sebelum isya’ benar? tulisan di haditsnya sesudah isya’ 2 rakaat? mohon tanggapanya

  19. Fifi said

    Assalamu’alaikum Wr.Wb
    Terimakasih atas ilmunya ^^ saya jg minta izin buat ngeshare materi ini di blog saya, semoga dpt bermanfaat.. Syukron ^^

  20. ASKAR said

    apakah boleh mengerjakan sholat sunnat rawatib dirumah, setelahnya kemasjid untuk mengerjakan sholat fardhu berjamaah. Dan mengerjakan sholatsunnat rawatib BA’DIAH dirumah setelah sholat fardhu berjamaah dimasjid
    MOHOM PENJELASANNYA,,,,,?

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: