Aku dan Islam

Perjalanan Mencari Kebenaran Sejati

Peran Istri dalam Mewujudkan Keluarga Sakinah

Posted by anurachman pada Mei 7, 2009

Keluarga yang sakinah merupakan dambaan bagi setiap orang. Karena dalam keluarga yang sakinah, seseorang akan dapat mengecap kebahagiaan yang tiada taranya. Dalam keluarga sakinah, seorang anak akan dapat tumbuh dengan baik, serta keharmonisan akan terus terjaga.

Banyak factor yang mendasari terbentuknya sebuah keluarga yang sakinah. Peran dari masing-masing anggota juga sangat penting untuk dapat mewujudkan keluarga yang sakinah. Suami, istri, dan anggota keluarga lain memilii peranan masing-masing.

Selain suami, peran seorang istri berpengaruh cukup besar untuk mampu menciptakan sebuah keluarga sakinah. Hal ini karena tanggung jawab utama seorang istri (bersama suami) adalah menciptakan keutuhan dalam rumah tangga.lantas, bagaimanakah cara seorang istri untuk meciptakan keluarga sakinah? Jawabnya adalah banyak!!! Diantara sekian banyak peran istri, beberapa hal yang cukup penting, dan kadang terlupakan oleh seorang istri adalah:

1.    Memberikan Sambutan yang Menyenangkan

Tugas utama seorang suami adalah mencari nafkah untuk keluarganya. Suami akan berusaha semaksimal mungkin menafkahi keluarganya, dengan cara yang halal. Setelah seharian bekerja di luar rumah, tentunya rasa penat, lelah, dan capek akan dirasakan oleh suami. Di sinilah peran istri untuk menghilangkan, atau setidaknya mengurangi, rasa penat suaminya.

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan oleh seorang istri dalam menyambut pulangnya sang “nahkoda”, diantaranya adalah:

•    Menampakkan Wajah Cerah

Sambutlah kedatangan suami dengan wajah yang cerah. Karena menyambut kedatangan suami dengan wajah yang cerah akan mengurangi rasa penat yang ada. Jangan menyambut suami yang baru pulang kerja dengan wajah yang cemberut, apalagi marah-marah. Hal ini akan membuat suami, yang telah lelah bekerja, menjadi kesal.

•    Menyampaikan Berita yang Menyenangkan

Apabila istri mempunyai beberapa berita untuk suami, baik itu yang menyenangkan maupun yang kurang mengenakkan hati, jangan langsung memberitahunya sekaligus. Sampaikan berita yang menyenangkan kepada suami. Setelah suami beristirahat dan rasa lelahnya berkurang, atau bahkan hilang, baru sampaikan kepadanya berita yang kurang menyenangkan. Hal ini akan berpengaruh pada respon suami terhadap berita tersebut.

•    Mengungkapkan Kerinduan

Ucapkan kata-kata yang manis kepada suami, sebagai tanda kerinduan sang istri pada suaminya. Kata-kata yang mengandung kerinduan dari sang istri akan mampu mengembalikan semangat suami, setelah seharian berpeluh mencari nafkah.

•    Menyajikan Hidangan untuk Suami

Alangkah baiknya jika kedatangan suami juga disambut dengan hidangan ringan, sebelum melakukan makan bersama. Hidangan ini dapat berupa minuman hangat, baik itu teh, kopi, atau minuman lain kesukaan suami. Apalagi kalau ditambah dengan cemilan kecil. Dengan menyajikan hidangan ini, suami akan merasa diperhatikan.

2.    Memperindah dan Memperlembut Suara

Kita sering menjumpai seorang istri yang menyambut kedatangan suami dengan hal-hal yang sebaiknya tidak dilakukan. Entah itu dengan nada kesal, marah, atau lainnya; terlebih lagi jika suami terlambat pulang. Janganlah hal ini dilakukan, karena hanya akan memancing emosi dari suami. Apapun yang terjadi, bicaralah kepada suami dengan lembut dan santun. Jika istri bicara dengan suami secara lembut, maka suami dengan sendirinya akan menghargai sang istri.

3.    Berhias

Sudah menjadi kebiasaan wanita jaman sekarang untuk tampil mempercantik diri dengan berhias. Namun sayangnya mereka (terutama para istri) berhias jika hanya akan keluar rumah. Padahal jelas-jelas dalam sebuah hadist, Rasulullah menganjurkan istri supaya berhias untuk suami mereka. Namun justru istri berhias jika ingin pergi, dan tampil “acak-acakan” jika dirumah, meskipun ada suaminya.

Hal inilah yang harus dirubah. Sebaiknya para istri berhias untuk suami mereka, sehingga suaminya merasa betah di rumah serta bangga dengan istrinya.

4.    Melayani kebutuhan Biologis Suami (Jima’)

Soerang istri diwajibkan untuk melayani kebbutuhan biologis suami, kecuali jika sedang ada “halangan”. Dalam melayani suami, seorang istri harus melakukan dengan ikhlas, sehingga suami merasa senang dengan pelayanan sang istri, dan tidak “jajan” di luar rumah.

5.    Ikhlas Menerima Keadaan

Seorang istri sebaiknya merasa ikhlas dalam menerima keadaan keluarga. Apapun keadaan keluarganya, istri yang ikhlas dalam menerimanya akan meningkatkan rasa saying suami. Meskipun kekurangan, tapi jika ikhlas menerimanya, insya Allah akan menjadi berkah..

6.    Menjaga Kesetiaan

Setia adalah salah satu kunci dalam membina keutuhan sebbuah keluarga. Baik suami atau istri wajib untuk menjaga kesetiaannya terhadap pasangan hidup masing-masing. Dengan menjaga kesetiaan, insya Allah kehidupan keluarga akan bahagia.

7.    Meredakan Amarah Suami

Sering karena suatu hal, suami marah, entah terhadap istri, anak-anak, maupun hal-hal lain. Jika suami sedang marah, istri jangan lantas ikutan marah. Hal ini hanya akan berakibat fatal. Redakan amarah suami dengan bujukan dan rayuan, karena bukankah seorang wanita itu pintar dalam mencuri hati laki-laki?

8.    Menjaga Kehormatan

Kehormatan disini bukan hanya kehormatan sang istri sendiri. Istri juga harus mampu menjaga kehormatan keluarganya. Jangan umbar aib keluarga kepada orang lain, meskipun itu orang tua sendiri. Hal ini hanya akan membuat kehormatan keluarga tercoreng.

9.    Memuliakan Keluarga dan Tamu Suami

Anggaplah keluarga suami sebagai keluarga sendiri. Hormati dan hargai tamu-tamu yang ingin bertemu dengan suami. Jangan lantas tamu itu tamu suami, si istri tidak mau menghargainya. Hal ini hanya akan menimbulkan perpecahan dalam keluarga.

10.    Sabar

Bersabarlah dalam menghadapi kehidupan ini. Apapun yang terjadi, sikap sabar merupakan hal yang paling utama.

11.    Merapikan Rumah

Rumah yang rapi, bersih, dan nyaman merupakan rumah yang disenangi oleh semua anggota keluarga. Merapikan rumah adalah salah satu tanggung jawab istri. Jangan biarkan rumah dalam keadaan berantakan, karena hanya akan membuat penghuninya tidak merasa betah untuk tinggal di dalamnya.

Jika istri, suami, dan anggota keluarga lain sudah tahu dan menjalankan tugas-tugasnya, insya Allah keluarga sakinah dapat terwujud.

AMIN…………..

(dimuat di www.syahadat.com)

About these ads

20 Tanggapan to “Peran Istri dalam Mewujudkan Keluarga Sakinah”

  1. Kang Lijer said

    bagaimana kalau sang istri beraktifitas di luar rumah(mengajar),sedang saya sendiri aktifitas dirumah (sejenis rukan(rumah kantor))??????

  2. BISA KIRIM ke email ku gak??karena aku pengen belajar ilmu islam lebih dalam …

  3. Zu said

    Mendidik utk calon istri.

  4. evi indriani said

    thanks ya………….. disini aku udah banyak banget belajar ilmu islam yang dapat membuat aku semakin mantap untuk melangkah ke gerbang pernikahan.. semoga aku bisa menjadi isti yang baik bagi sumiku………

  5. ida said

    semoga apa yang sudah di jelaskan dapat bermamfaat bagi semua orang……

  6. ABDUL RASYID said

    bagaimana dng istri yg berani sama suami, mau menang sendiri, susah untuk diajak musyawarah

  7. Faruby said

    Peran seorang Suami ada ga?

  8. zela said

    maaf saya sekdr menguraikan apa yg ad dlm hti saya. SAYa bkrj diluar negri,krn mrsa kbthn klrg kami blm trckpi.niat sya peri ke luar ngri untk cr nfkah,bs mewujudkan cita2 kami.karena suami g ad kerjaan.jd saya tekadkan pergi.setlh Sy bekerja 3thn,Alhmdlh sya bs mewjdakn impian rmh tgga kami.walo g bgtu smpurna.tpi hsil uang ku dibikin rumah. Ktika saya pulang. Suami sya mengunkit penghasilan sya slm di luar negri.. Dan itu yng gk bisa sy terima.. Mlh dia menyangka klo sebagian uang saya dikirm ke orang lain. Trs percecokan rmh tgga sy menjadi.Akirnya Q minta jthkan talaq ma q.krn bg saya dia ygshrsny mnfkhi ank n istri, glran sya yg krj, npa dy bs bgtu.mohon pnjlsnya,, apa yg hrs sy lkkn.?.

  9. smga klak istri q sprti tu….amin,

  10. rha_zahra said

    terima kasih…artikel ini membantu saya setidaknya untuk mempersiapkan diri menjadi istri yg baik buat kluarga saya nanti..:)

  11. terima kasih, semoga artikel ini bisa membimbing saya menjadi istri yang baik bagi keluarga saya nanti.. amin

  12. kasmir said

    Kasmiradi Oke.

    saran – saran ini cukup apik dan sejuk untuk Kaum Perempuan Dewasa mencipkan suasana keluarga yang di idamkan dalam keutuhan rumah tangga jika kelak akan menjadi seorang istri sakinah mawardah warohmah.

  13. Maaf saya ini seorang istri, deni adalah suamiku. kami bekerja bersama dengan suami, kami sama-sama capek atau lelah kalau pulang kerja, kadang aku suka males untuk memasak buat makan. aku suka mengajak suami untuk bantuin saya potong-potong sayuran, dan suamiku pun dengan senang menjawabnya, tapi aku ngga tahu didalam hatinya. ikhlas atau ngga.
    Jadi apakah kelakuan ku itu tidak baikterhadap suami….

  14. ibnu aris said

    bagaimana dengan istri yg selalu menuntut tapi lupa hak-haknya

  15. uun said

    Kalau istri yang harus bekerja, bahkan menjadi tulang punggung keluarga karena suami tidak bekerja atau bekerja tetapi hasil sangat monim?

    Apakah istri yg masih mengurus rumah, mengurus dan mendidik anak, melayani suami tetap tidak boleh capek dan tetap harus ‘segar’ di depan suami?

    Saat suami penat setelah beraktifitas di luar wajib dihibur istri. Kalau Istri yang penat, siapa yang menghiburnya?

  16. nurul khotimah. said

    saya mau sering nih…bagaimana dengan suami yang waktunya lebih banyak dg pekerjaan dibandingkan untuk keluarga,kami sbg keluarga merasa selalu kangen sm suami,apalagi anak ku,tapi memang dia menyenangkan hati kami walaupun dg waktu yg sedikit,tp rasa nya tetap tidak adil jika suami tidak adil dlm membagi waktu,kewajiban suami kan bkn hanya bekerja keras memberi nafkah keluarga,tp juga harus adil dlm memberikan kasihsayang dan waktunya…

  17. Djeng Srie said

    Alhamdulillah atas ilmunya,mohon kirimin lewat email tentang ilmu agama islam yg lainnya,terutama tentang keluarga yg syakinah,mawadah,warohmah.

  18. alfie said

    Saya setuju dgn bhasan ini,tapi bgmn cara untuk tetap ikhlas menerima segala kondisi yg serba kkrangn?

  19. fauziah irsyad said

    Ass..Wr.Wb
    Sy selalu berharap smoga bisa membahagiakan suami tercinta, dengan segala kekurangan yang ada dalam diri,saya selalu berusaha memperbaiki diri.
    Menjadi istri sakinah merupakan dambaan hampir semua wanita muslimah.
    Trimakasih untuk suami saya yang sudah begitu sabar, n thanks untuk artikelnya yang sangat bermanfaat.

  20. nur said

    q merasa bingung dg suamiku yg pembohong,selingkuh tp dia dlm materi menckpi.apa yg hrs q lakukn?dia bilg mau meningglkn selingkuhnnya,tp kenyataanya dibelkg q dia slalu chattingan msh berkomunikasi.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: