Aku dan Islam

Perjalanan Mencari Kebenaran Sejati

Setan Jin dan Setan Manusia

Posted by anurachman pada Mei 6, 2009

Oleh: H Abdul Hamid

Banyak orang menyebut tentang setan. Ketika marah memuncak, sering terlontar dari mulut mereka, apakah disadari atau pun tidak, kata, “setan kau!!!”, “anak setan!!!”, dstnya. Namun mungkin mayoritas mereka tidak memahami tentang siapakah setan itu.

Setan (Syaithan) berasal dari kata kerja syathana yang bermakna menyalahi, menjauhi. Setan artinya pembangkang, pendurhaka, atau menurut istilah adalah makhluk durhaka, dari bangsa jin dan manusia (QS. 114: 1-6/QS. 6:112). yang perbuatannya selalu menyesatkan dan menghalangi dari jalan kebenaran (al-haq); membangkang terhadap perintah dan larangan Allah & RasulNya.

Makhluk yang pertama kali membangkang perintah Allah adalah Iblis, dari golongan jin. Jadi, Iblis juga adalah setan, dan keturunannya yang durhaka juga termasuk setan. (QS. 2 : 36/4 : 118).

Dalam menggoda manusia, setan dari bangsa jin itu masuk ke dalam diri manusia, membisikkan sesuatu yang jahat dan membangkitkan nafsu syahwat. Selain menggoda dari dalam diri manusia, setan jenis ini juga menjadikan harta, tahta (pangkat, kekuasaan dsb), dan wanita, serta kesenangan duniawi lain sebagai umpannya. Dibuatnya sedemikian rupa kehidupan di dunia ini sedemikian menarik sehingga manusia pun tergoda, terjerumus, menjadi “teman” atau hambanya, menjadi golongan setan(hizbusy-syaithan – QS. 58 : 19).

Kedua golongan setan ini, baik dari bangsa jin maupun dari bangsa manusia, secara berkesinambungan berupaya untuk mencari “teman”, terutama “teman sejati” , menyesatkan manusia. Dengan segala cara yang bisa dilakukan, dari berbagai sudut yang bisa dimasuki (QS 7:17), mereka goda manusia dengan cara menyebarkan kemungkaran, kemaksiatan, demi uang dan kesenangan duniawi.

Bagi manusia, sebenarnya untuk menghadapi setan jin tidaklah berat, karena ia tidak mempunyai kepentingan pribadi, terkecuali untuk menyesatkan manusia dan menjerumuskan mereka ke neraka sebanyak-banyaknya. Cukup dengan mengucapkan “A’uudzubillaahi minasy-syaithaanir-rajiim, setan jin pun akan lari tunggang langgang, meskipun kemudian akan datang lagi ketika “senjata” penangkap yang diberikan Allah dan RasulNya sedang tidak kita gunakan.

Yang paling berat adalah menghadapi setan dari golongan manusia, mengingat kepentingan pribadi mereka banyak sekali, antara lain berupa hidup mewah, ingin berkuasa/menempati kedudukan tinggi, memenuhi syahwat perut dan seks, dan memperoleh jaminan hari tua. Ucapan “A’uudzubillaahi minasy-syaithaanir-rajiim berkali-kalipun sering tak mampu membuat mereka untuk segera pergi. Hanya keimanan dan ketakwaan yang terus meningkat akan mampu mengalahkan setan sejenis ini. Mari kita selalu meminta perlindungannya, perlindungan dari setan jin dan setan manusia, minal jinnati wan-naas.

Sumber: salam-online.web.id

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: