Aku dan Islam

Perjalanan Mencari Kebenaran Sejati

Meninggalnya Rasulullah saw

Posted by anurachman pada Mei 6, 2009

Banyak orang yang tidak mengetahui bagaimana detik-detik terakhir Rasulullah saw. Hal ini lebih dikarenakan sedikitnya sumber-sumber yang menerangkan tentang meninggalnya Rasulullah saw secara rinci. Rata-rata sumber yang ada menerangkan sekilas tentang meninggalnya Rasulullah saw. Karena itu, berikut kami rangkumkan kisah kehidupan terakhir manusia paling mulia, Rasulullah Muhammad saw. Kisah ini kami rangkum dari berbagai sumber.

Dari Ibnu Mas’ud ra, dia berkata:   “Ketika ajal Rasulullah saw sudah dekat, Rasulullah saw mengumpulkan kami di rumah Siti Aishah r a. Kemudian Rasulullah saw Rasulullah saw memandang kami sambil berlinangan air mata, lalu bersabda: “Marhaban bikum, semoga Allah memanjangkan umur kamu semua, semoga Allah menyayangi, menolong dan memberikan petunjuk kepada kamu. Aku berwasiat kepada kamu, agar bertakwa kepada Allah. Sesungguhnya aku adalah sebagai pemberi peringatan untuk kamu. Janganlah kamu berlaku sombong terhadap Allah.”

“Allah berfirman: Kebahagiaan dan kenikmatan di akhirat kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan dirinya dan membuat kerosakan di muka bumi. Dan kesudahan syurga itu bagi orang-orang yang bertakwa.”

Kemudian kami bertanya:   “Bilakah ajal Rasulullah saw?”

Rasulullah saw menjawab:   “Ajalku telah hampir, dan akan pindah ke hadrat Allah, ke Sidratulmuntaha dan ke Jannatul Makwa serta ke Arsyila.”

Kami bertanya lagi:   “Siapakah yang akan memandikan Rasulullah saw?”

Rasulullah menjawab:   “Salah seorang ahli bait.”

Kami bertanya:   “Bagaimana nanti kami mengafani Rasulullah saw?”

Rasulullah saw menjawab:   “Dengan bajuku ini atau pakaian Yamaniyah.”

Kami bertanya:   “Siapakah yang mensolatkan Rasulullah saw di antara kami?”   Kami menangis dan Rasulullah saw pun turut menangis.

Kemudian Rasulullah saw bersabda:   “Tenanglah, semoga Allah mengampuni kamu semua. Apabila kamu semua telah memandikan dan mengafaniku, maka letaklah aku di atas tempat tidurku, di dalam rumahku ini, di tepi liang kuburku. Kemudian keluarlah kamu semua dari sisiku. Maka yang pertama-tama mensolatkan aku adalah sahabatku Jibril as. Kemudian Mikail, kemudian Israfil kemudian Malaikat Izrail (Malaikat Maut) beserta bala tenteranya.

Kemudian masuklah anda dengan sebaik-baiknya. Dan hendaklah yang mula solat adalah kaum lelaki dari pihak keluargaku, kemudian yang wanita-wanitanya, dan kemudian kamu semua.”

Dalam riwayat lain diceritakan:

Ali r.a. bertanya:   “Wahai Rasulullah saw, siapakah yang akan memandikan Rasulullah saw dan siapakah yang akan mengafaninya?”

Rasulullah menjawab:   “Adapun yang memandikan aku adalah engkau wahai Ali, sedangkan Ibnu Abbas menyiramkan airnya dan Jibril akan membawa hanuth (minyak wangi) dari dalam Syurga.”

Semenjak hari itu, sakit Rasulullah saw bertambah parah selama 18 hari. Setiap hari, ramai yang mengunjungi Rasulullah saw, hingga beliau menghembuskan nafas terakhir.

Sehari menjelang Rasulullah saw  wafat, penyakit Rasulullah saw semakin bertambah serius. Pada hari itu, setelah Bilal bin Rabah selesai mengumandangkan azannya, dia berdiri di depan pintu rumah Rasulullah, kemudian memberi salam:   “Assalamualaikum ya Rasulullah?”

Kemudian dia berkata lagi:   “Assolah yarhamukallah.”

Fatimah menjawab:   “Rasulullah dalam keadaan sakit.”

Maka kembalilah Bilal ke dalam masjid. Ketika bumi terang disinari matahari siang, maka Bilal datang lagi ke tempat Rasulullah saw, lalu dia berkata seperti perkataan yang tadi.

Kemudian Rasulullah saw memanggilnya dan menyuruh dia masuk. Setelah Bilal bin Rabah masuk, Rasulullah saw bersabda:   “Saya sekarang berada dalam keadaan sakit. Wahai Bilal, kamu perintahkan agar Abu Bakar menjadi imam dalam solat.”

Maka keluarlah Bilal sambil meletakkan tangan di atas kepalanya sambil berkata:   “Aduhai, alangkah baiknya bila aku tidak dilahirkan ibuku?”   Kemudian dia memasuki masjid dan memberitahu Abu Bakar agar beliau menjadi imam dalam solat tersebut.   Ketika Abu Bakar r a melihat tempat Rasulullah SAW kosong, dia tidak dapat menahan perasaannya lagi, dia menjerit dan pingsan. Orang-orang yang berada di dalam masjid menjadi ribut sehingga terdengar oleh Rasulullah saw.

Rasulullah saw bertanya:   “Wahai Fatimah, suara apakah yang bising itu?”

Siti Fatimah menjawab:   “Orang-orang menjadi ribut dan bingung karena Rasulullah saw tidak ada bersama mereka.”

Kemudian Rasulullah saw memanggil Ali bin Abi Talib dan Abbas r.a. Sambil dibimbing oleh mereka berdua, maka Rasulullah saw berjalan menuju ke masjid. Rasulullah saw solat dua rakaat.

Setelah itu Rasulullah saw melihat kepada orang ramai dan bersabda:   “Ya ma aasyiral Muslimin, kamu semua berada dalam pemeliharaan dan perlindungan Allah. Sesungguhnya Dia adalah penggantiku atas kamu semua, setelah aku tiada. Aku berwasiat kepada kamu semua agar bertakwa kepada Allah SWT kerana aku akan meninggalkan dunia yang fana ini. Hari ini adalah hari pertamaku memasuki alam akhirat, dan sebagai hari terakhirku berada di alam dunia ini.”

MALAIKAT MAUT DATANG BERTAMU

Keesokan harinya, Allah memerintahkan Malaikat Maut supaya dia turun menemui Rasulullah saw dengan berpakaian sebaik-baiknya, untuk mencabut nyawa Rasulullah saw dengan lemah lembut. Seandainya Rasulullah menyuruhnya masuk, maka dia dibolehkan masuk. Tetapi jika Rasulullah saw tidak mengizinkannya, dia tidak boleh masuk dan kembali.

Maka turunlah Malaikat Maut untuk menunaikan perintah Allah SWT. Dia menyamar sebagai seorang biasa. Setelah sampai di depan pintu tempat kediaman Rasulullah saw, Malaikat Maut berkata:   “Assalamualaikum wahai ahli rumah kenabian, sumber wahyu dan risalah!”

Fatimah pun keluar menemuinya dan berkata kepada tamunya itu:   “Wahai Abdullah (hamba Allah), Rasulullah sekarang dalam keadaan sakit.”

Kemudian Malaikat Maut itu memberi salam lagi:  “Assalamualaikum, bolehkah saya masuk?”

Rasulullah saw mendengar suara Malaikat Maut, lalu bertanya kepada puterinya Fatimah:   “Siapakah yang ada di muka pintu itu?”
Fatimah menjawab:  “Seorang lelaki memanggil Rasulullah saw. Saya katakan kepadanya bahawa Rasulullah saw dalam keadaan sakit. Kemudian dia memanggil sekali lagi dengan suara yang menggetarkan sukma.”

Rasulullah saw bersabda:   “Tahukah kamu siapakah dia?”

Fatimah menjawab:  “Tidak wahai Rasulullah saw.”

Lalu Rasulullah saw menjelaskan:   “Wahai Fatimah, dia adalah pengusir kelazatan, pemutus keinginan, pemisah jemaah dan yang meramaikan kubur.

Kemudian Rasulullah saw bersabda:   “Masuklah, wahai Malaikat Maut.”

Maka masuklah Malaikat Maut itu sambil mengucapkan:   “Assalamualaika ya Rasulullah.”

Rasulullah saw pun menjawab:  “Waalaikassalam ya Malaikat Maut. Engkau datang untuk menengokku atau untuk mencabut nyawaku?”

Malaikat Maut menjawab:   “Saya datang untuk menengok sekaligus mencabut nyawa. Jika diizinkan akan saya lakukan. Jika tidak, saya akan pulang.”

Rasulullah saw bertanya:   “Wahai Malaikat Maut, di mana engkau tinggalkan kecintaanku Jibril?”

Jawab Malaikat Maut:   “Saya tinggal dia di langit dunia.”

Baru sahaja Malaikat Maut selesai bicara, tiba-tiba Jibril a.s. datang lalu duduk di samping Rasulullah saw.

Maka bersabdalah Rasulullah saw:   “Wahai Jibril, tidakkah engkau mengetahui bahawa ajalku telah dekat?”

Jibril menjawab:   “Ya, wahai kekasih Allah

Seterusnya Rasulullah saw bersabda:   “Beritahu kepadaku wahai Jibril, apakah yang telah disediakan Allah untukku di sisiNya?”

Jibril pun menjawab:   “Bahwasanya pintu-pintu langit telah dibuka, sedangkan malaikat-malaikat telah berbaris untuk menyambut rohmu.”

Rasulullah saw saw bersabda:   “Segala puji dan syukur bagi Tuhanku. Wahai Jibril, apa lagi yang telah disediakan Allah untukku?”

Jibril menjawab lagi:   “Bahawasanya pintu-pintu Syurga telah dibuka, dan bidadari-bidadari telah berhias, sungai-sungai telah mengalir, dan buah-buahnya telah ranum, semuanya menanti kedatangan rohmu.”

Rasulullah saw saw bersabda lagi:   “Segala puji dan syukur untuk Tuhanku. Beritahu lagi wahai Jibril, apa lagi yang disediakan Allah untukku?”

Jibril menjawab:   “Aku memberikan berita gembira untuk tuan. Tuanlah yang pertama-tama diizinkan sebagai pemberi syafaat pada hari kiamat nanti.”

Kemudian Rasulullah saw bersabda:   “Segala puji dan syukur aku panjatkan untuk Tuhanku. Wahai Jibril beritahu kepadaku lagi tentang khabar yang menggembirakan aku.”

Jibril a.s. bertanya:   “Wahai kekasih Allah, apa sebenarnya yang ingin tuan tanyakan?”

Rasulullah saw menjawab: “Tentang kegelisahanku. Apakah yang akan didapat orang-orang yang membaca Al-Quran sesudahku? Apakah yang akan didapat orang-orang yang berpuasa pada bulan Ramadhan sesudahku? Apakah yang akan didapat orang-orang yang berziarah ke Baitul Haram sesudahku?”

Jibril menjawab:   “Saya membawa khabar gembira untuk Rasulullah saw. Sesungguhnya Allah telah berfirman:   Aku telah mengharamkan Syurga bagi semua Nabi dan umat, sampai engkau dan umatmu memasukinya terlebih dahulu.”

Maka berkatalah Rasulullah saw:   “Sekarang, tenanglah hati dan perasaanku. Wahai Malaikat Maut dekatlah kepadaku.”

Lalu Malaikat Maut pun mendekati Rasulullah saw dan mulai mencabut nyawa Rasulullah saw. Ketika roh Rasulullah saw sampai di pusat, Rasulullah saw berkata:   “Wahai Jibril, alangkah pedihnya maut.”

Mendengar ucapan Rasulullah itu, Jibril a.s. memalingkan mukanya.

Lalu Rasulullah saw bertanya:   “Wahai Jibril, apakah engkau tidak suka memandang mukaku?”

Jibril menjawab: “Wahai kekasih Allah, siapakah yang sanggup melihat muka Rasulullah saw, sedangkan Rasulullah saw sedang merasakan sakitnya maut?”

Akhirnya roh yang mulia itupun meninggalkan jasad Rasulullah saw.

About these ads

3 Tanggapan to “Meninggalnya Rasulullah saw”

  1. salimrambe said

    SUBHANALLAH MGA KELUARGA DAN PARA SAHABAT2 DAN PENERUS ROSULULLAH MENDAPATKAN KESELAMATAN

  2. Salam serta sholawat kami panjatkan kepada Rasulullah, keluarga dan para sahabat, serta syuhada syuhada dijaman Beliau dan sesudahnya yang turut memperjuangkan agama Allah, Islam ini. dan semoga kita sebagai umat Rasulullah, senantiasa diberi jalan kebaikan oleh Allah dan akhir hidup khusnul khotimah…….Amin 3x.

  3. Shabrun said

    Subhannallah……….
    Ya Allah… aku ingin menjadi pengikut Muhammad yang setia…

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: