Aku dan Islam

Perjalanan Mencari Kebenaran Sejati

Bayi Terlambat Bicara??

Posted by anurachman pada Mei 2, 2009

“Anakku sudah hampir 15 bulan tapi kok belum bisa bicara ya?”

“Kenapa bayiku belum bisa pangil ‘mama’ ya? Padahal udah hampir setahun.”

“Apa yang salah ya dengan bayiku, kok belum bisa bicara ya?”

Pernahkah anda mendengar kata-kata tersebut? Saya yakin pernah, atau bahkan sering (saya juga mengalaminya pada anak saya :D ). Kata-kata tersebut sering keluar dari mulut seorang ibu, dan itu adalah hal yang wajar. Wajar karena si ibu khawatir dengan kemampuan bicara sang buah hati yang, menurutnya, terlambat. Benarkah terlambat??

Kekhawatiran orang tua yang takut buah hatinya mengalami kendala dalam berbicara sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Kekhawatiran ini lebih banyak disebabkan kurangnya pengetahuan orang tua akan perkembangan bahasa pada bayi. Seringkali juga kekhawatiran ini timbul karena perasaan “iri” melihat anak tetangga yang seusia dengan si buah hati sudah dapat berbicara.

Menurut dr. I G. Ayu Partiwi Surjadi, SpA, MARS, bicara  merupakan suatu tahap perkembangan yang sebenarnya telah dimulai sejak masa bayi. “Tapi nggak bisa dibilang bila bayi usia 12 bulan dibilang telat karena belum bisa bicara, atau semacamnya, karena setiap bayi ada perkembangannya sendiri-sendiri. Sekarang ini, para ahli tidak menetapkan kemampuan bicara lewat umur yang pasti, namun bisa dilihat dari perkembangannya.”

dr. Tiwi setuju bahwa tahap bicara mesti diperhatikan sedini mungkin, karena dapat dijadikan parameter ada atau tidaknya gangguan perkembangan pada seorang anak. Kendati demikian, tahap-tahap perkembangan lain seperti motor kasar-halus, sosialisasi/interaksi juga mempunyai peranan penting dalam menentukan optimal atau tidaknya perkembangan anak.

Yang dimaksud orangtua ketika mempertanyakan apakah ‘anakku terlambat berbicara’, sebenarnya lebih mengacu pada bahasa ekspresif. Padahal, sebelumnya bayi mungkin telah melalui tahap bahasa represif dan bahasa visual.

Bahasa visual atau disebut juga “bahasa tubuh” merupakan bahasa bayi atau anak. Bahasa ini tampak sebagai perubahan ekspresi muka atau sikap, yang mencerminkan apakah seorang bayi atau anak dalam keadaan gembira, marah, tidak mau diganggu, atau keadaan yang berhubungan dengan emosi lainnya. Bahasa visual ini kurang berkembang pada anak-anak yang termasuk golongan spektrum autisme. Bahasa visual ini merupakan salah satu tahapan bicara pada seorang bayi/anak yang dapat dipakai untuk mendeteksi apakah seorang anak terlambat bicara sebelum bahasa ekspresifnya timbul.

Tahapan bicara bayi

Sebelum khawatir apakah seorang bayi terlambat bicara atau tidak, dr. Tiwi menyusun beberapa tahap bicara yang sebaiknya diperhatikan orangtua:

Usia
Kemampuan
0-1 bulan Respons bayi saat mendengar suara dengan melebarkan mata atau perubahan irama pernapasan atau kecepatan mengisap susu
2-3 bulan Respons bayi dengan memerhatikan dan mendengar orang yang sedang bicara
4 bulan Menoleh atau mencari suara orang yang namanya dipanggil
6-9 bulan Babbling, mengerti bila namanya disebut
9 bulan Mengerti arti kata “jangan”
10-12 bulan Imitasi suara, mengucapkan mama/papa dari tidak berarti sampai berarti, kadang-kadang meniru 2-3 kata. Bayi juga mengerti perintah sederhana seperti “Ayo berikan pada saya”
13-15 bulan Perbendaharaan 4-7 kata, 20% bicara mulai dimengerti orang lain
16-18 bulan Perbendaharaan 10 kata, beberapa ekolalia (meniru kata yang diucapkan orang lain), 25% dapat dimengerti orang lain
22-24 bulan Perbendaharaan 50 kata, kalimat 2 kata, 75% dapat dimengerti orang lain
2-2,5 tahun Perbendaharan >400 kata, termasuk nama, kalimat 2-3 kata, mengerti 2 perintah sederhana sekaligus
3-4 tahun Kalimat dengan 3-6 kata; bertanya, bercerita, berhubungan dengan pengalaman, hamper semua dimengerti orang lain
4-5 tahun Kalimat dengan 6-8 kata, menyebut 4 warna, menghitung sampai 10

Bunda baru mulai waspada bila:

•    Pada usia 6 bulan, bayi tidak melirik atau menoleh pada sumber suara yang datang dari belakang atau sampingnya

•    Pada usia 10 bulan, bayi tidak merespons bila dipanggil namanya

•    Pada usia 15 bulan, anak tidak mengerti atau merespons terhadap kata “tidak” atau “jangan”

•    Pada usia 21 bulan, anak tidak merespons terhadap perintah ‘duduk’, ‘ke sini’, atau ‘berdiri’

•    Pada usia 24 bulan, anak tidak dapat menunjuk dan menyebutkan bagian tubuh seperti mulut, hidung, mata atau kuping

Bila hal-hal di atas terjadi, sangat disarankan agar bunda segera berkonsultasi dengan ahli perkembangan anak supaya keterlambatan bicara dapat dideteksi dan ditangani lebih dini.

About these ads

7 Tanggapan to “Bayi Terlambat Bicara??”

  1. juragan said

    Terima kasih atas artikelnya,
    boleh kami bertanya?

    Anak kami usia 14 bulan, sangat susah merespon jika namanya dipanggil. Kalaupun menoleh itu cuma sesaat, kemudian dia kembali sibuk dengan aktivitasnya.

    Bahkan di saat-saat “nganggur” pun dia nggak menoleh jika dipanggil namanya.

    Apakah ini harus diwaspadai?

    • anurachman said

      anak saya pun kadangkala juga berlaku demikian. :D

      menurut saya, hal ini masih dalam kondisi yang wajar kok. kita sebagai orang tua yang memang harus ekstra sabar mengahadapi anak seusia ini.

      insya Allah, dengan kesabaran kita, maka semua akan normal

  2. ummi said

    Anak saya 22 bulan sudah mengerti saat kami panggil namanya, kami minta duduk, tidur, makan, dan perintah2 sederhana lainnya. Tapi baru mampu berkata 1 kata dengan jelas. Selainnya hanya berkata2 yang tidak jelas, seperti bahasa bayi.
    Apakah dia termasuk terlambat bicara?
    Terimakasih untuk masukannya

  3. harmony said

    dear mommies yang memiliki anak yang terlambat berbicara bisa memasukkan anaknya ke flying star school di lebak bulus III, jakarta selatan. Webnya http://www.flyingstarschool.co.cc atau bisa menghubungi program coordinatornya di 081388585600

  4. diki z said

    anak saya berusia 2th, anak saya jarang merespon ketika dipanggil namanya,segala sesuatu harus mengikuti keinginannya,perbendaharaannya katanya sedikit,tetapi dia bisa klo main puzle..,contohnya bentuk bintang dia masukan ke bentuk bintang,segi enam dia masukan ke segi enam….,dll.dia pun mengerti kunci bwt apa,pensil buat apa,bahkan jika dia menyimpan sesuatu dia ingat mentimpan di mana.Secara motoriknya saya tidak terlalu menghawatirkannya. Apa yang harus saya lakukan supaya anak saya merespon ketika dianggil dan mengalami peningkatan verbalnya…
    mohon di balas melalui alamat email saya

    terimakasih…

  5. pritha said

    nice article. Ternyata nggak ada yg perlu dikhawatirkan dg putera saya Gaza (14 bln). Tadinya smpt kuatir krn anak tetangga yg usianya 2 mgu lbh tua, sdh bisa meniru perkataan org lain. Kok anak saya belum?
    Terimakasih ya..

  6. Rachma said

    Cucu sy 21 bulan, belum bisa mengekspresikan kata2 yg dimengerti, masih ber teriak2 bila ingin sesuatu atau bicara2 dgn kata2 tidak jelas, bahasa bayi walaupun sambil menggunakan tangan nya dajlam ekspresinya. Tetapi sudah mengerti setiap kalimat/kata2 , dalam bentuk perintah, mengajak atau melarang. Juga mengerti kegunaan benda2 disekitarnya, seperti tombol listrik, gelas-piring, dispenser air, kain lap hampir semuanya. Tapi belum bisa mengeluarkan kata2 yang berarti dan dimengerti orang lain. Apakah cucu saya memiliki kekurangan?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: