Aku dan Islam

Perjalanan Mencari Kebenaran Sejati

Rukun, Syarat, dan Larangan Pekawinan dalam Islam

Posted by anurachman pada April 30, 2009

Pernikahan merupakan salah satu ibadah yang dianjurkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Hal ini tersurat dalam firman Allah:

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُم مَّوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

“Dan diantara tanda-tanda kekuasaany-Nya ialah Dia menciptakan untukmu pasangan hidup dari jenis kamu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadiakn-Nya diantaramu rasa kasih dan saying. Sesuangguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.” (QS Qr-Ruum:21)

وَأَنكِحُوا الْأَيَامَى مِنكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ إِن يَكُونُوا فُقَرَاء يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِن فَضْلِهِ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

“Dan kawinkanlah oran-prang yang sendirian di antara kamu dan mereka yang berpekerti baik, termasuk hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan.” (QS An-Nuur:32)
Dari firman tersebut, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa perkawinan merupakan salah satu ibadah yang dianjurkan oleh Allah. Lantas perkawinan seperti apakah yang sesuai dengan syariat islam, dan apa saja rukun dan syarat dari sebuah perkawinan? Berikut kami uraikan sedikit tentanf rukun, syarat dan larangan dalam perkawinan menurut ajaran Islam:

Rukun Perkawinan
Setiap ibadah tentunya mempunyai rukun dan syarat, agar ibadah tersebut sah dan sesuai dengan ajaran islam. Dalam konteksnya dengan perkawinan, rukun dari sebuah pernikahan adalah:

a.    Adanya calon mempelai pria dan wanita
b.    Adanya wali dari calon mempelai wanita
c.    Dua orang saksi dari kedua belah pihak
d.    Adanya ijab; yaitu ucapan penyerahan mempelai wanita oleh wali kepada mempelai pria untuk dinikahi
e.    Qabul; yaitu ucapan penerimaan pernikahan oleh mempelai pria (jawaban dari ijab)

Syarat Pernikahan

Setiap rukun yang ada harus memiliki syarat-syarat tertentu. Hal ini demi sahnya sebuah pernikahan. Adapun syarat-syarat pernikahan tersebut adalah:

a.    Mempelai pria:

•    Beragama Islam
•    Tidak ada paksaan
•    Tidak beristri empat orang
•    Bukan mahram mempelai wanita
•    Tidak memiliki istri yang haram dimadu dengan calon mempelai wanita
•    Calon istri tidak haram dinikahi
•    Tidak sedang ihram haji atau umrah
•    Cakap melakukan hokum rumah tangga
•    Tidak ada halangan pernikahan

b.    Mempelai wanita

•    Wanita (bukan banci)
•    Beragama islam
•    Member ijin kepada wali untuk dinikahkan
•    Tidak bersuami atau dalam masa iddah
•    Bukan mahram mempelai pria
•    Belum pernah di li’an oleh calon suami
•    Jelas orangnya
•    Tidak sedang dalam ihram haji atau umrah
c.    Tidak ada halangan pernikahan

c.   Seseorang dinyatakan tidak terhalang pernikahannya karena:

•    Hubungan darah terdekat (nasab)
•    Hubungan persusuan (radla’ah)
•    Hubungan persemendaan (mushaharah)
•    Talak ba’in kubra
•    Permaduan
•    Beristri 4 orang
•    Li’an
•    Masih bersuami atau dalam masa iddah
•    Mempelai pria yang non-muslim
•    Ihram haji atau umrah

d.    Wali mempelai wanita

•    Pria
•    Beragama islam
•    Mempunyai hak atas perwalian
•    Tidak ada halangan untuk menjadi wali

e.  Saksi

•    Dua orang pria
•    Beragama islam
•    Baligh
•    Hadir dalam acara akad nikah
•    Mengerti arti dan maksud pernikahan

f.   Syarat akad nikah

•    Adanya ijab dari eali mempelai wanita
•    Adanya qabul oleh mempelai pria
•    Ijab menggunakan kata-kata nikah atau yang searti dengannya
•    Ijab dan qabul harus jelas dan saling berkaitan
•    Ijab dan qabul dalam satu majlis
•    Tidak sedang dalam ihram haji atau umrah

Larangan Pernikahan

Selain rukun dan syarat penikahan, ada juga hal yang harus diperhatikan dalam sebuah pernikahan. Pernikahan dianggap batal apabila ada larangan dalam pernikahan. Larangan dalam pernikahan yang dimaksud adalah:

a.    Adanya hubungan mahram antara kedua mempelai
b.    Tidak terpenuhinya rukun pernikahan
c.    Terjadi pemurtadan

Semoga tulisan yang tidak seberapa ini dapat berguna bagi kita semua, terutama saudara-saudara seiman yang ingin melangsungkan pernikahan.

About these ads

16 Tanggapan to “Rukun, Syarat, dan Larangan Pekawinan dalam Islam”

  1. dwi said

    .salam kenal… blog yang bermanfaat.

  2. mytha said

    apakah wali wanita harus ayahnya? ayah saya masih hidup, tapi saya tidak mau dia menjadi wali di pernikahan saya nanti, apa itu boleh?kalau boleh, siapa yang dapat menggantikan posisi wali dari ayah saya?

    • anurachman said

      jika ayah masih ada, maka yang paling berhak menjadi wali adalah ayahnya. lain halnya jika si ayah mewakilkan perwalian putrinya kepada orang lain. tapi yang jelas, harus si wali sah yang memberikan/mewakilkan hak perwaliannya kepada orang lain, bukan mempelai wanita atau keluarganya yang lain.

      • khofiful said

        ayah tidak bisa mewakilkan perwaliannya kepada orang lain kang! jika mewakilkan pelaksanaan ijab qobul itu yg boleh..kalau wali tidak bisa diwakilkan..!!

  3. rini said

    apakah pernikahan bisa dilakukan pertemuan pihak perempuan (adik & kakak(sekandung) bertemu pihak laki2 (adik & kakak(sekandung)??
    Adek bertemu adek..
    kakak bertemu kakak..
    pihak perempuan dan laki2 bukan saudara (orang lain)…
    terima kasih

  4. rini said

    lebih tepatnya pada surat sebelumnya Adik Ipar bertemu Adik Ipar, please bantu aq….

  5. ridha said

    assalamu’alaikum….
    saya sudah persiapan utk pernikahan,,,tapi ayah saya tidak menyetujui pernikahan kami tanpa alasan yg jelas,,, kami telah melaporkan dan berkonsultasi ttg hal ini dengan KUA setempat,,, pihak KUA menyarankan agar meminta persetujauan ayah untuk mewakil walikan pernikahan saya kepada wali hakim melalui sebuah surat,, tapi ayah tidak menerima dan langsung merobek kertas tersebut,,,, kemudian pihak KUA menyerahkan urusan ini ke Pengadilan Agama utk di selesaikan,,,, tapi ayah ttp bersikeras tdk mau menghadap…

    yang ingin saya tanyakan,,, nagaimana tindakan saya selanjutnya utk pernikahan ini,,,??? saya tidak ingin ada perselisihan dgn ayah, dan saya juga tidak sanggup utk berpisah dgn calon suami saya…..

    trimakasih sebelumnya utk saran saudara2…

  6. rudi said

    Apakah nikah sirih itu diperbolehkan? Kalau ya, apakah bedanya dengan pernikahan pada umumnya? Terima kasih

  7. yoga yudono said

    adakah perbedaan rukun/syarat nikah bagi perempuan yang berstatus janda? karena ada yg bilang kesaya,kalo janda menikah lagi,tdk perlu wali,,, mohon penjelasan dari saudara2… terima kasih…

  8. salam kenal,,sangat bermanfaat bagi saya blog ini,,,

  9. Kalau sudah tercukupi rukunnya, menikahlah…. Jauhi Zinah. Takulah Azab Allah yang sangat pedih.

  10. lly said

    assalamualaikum
    apakah laki2 harus mendatangkan wali ?
    bagaimana jika sudah meninggal?
    trimakasih

  11. alfin said

    bagaimana menurut anda pernikahan saudara sepupu 1 kali!

  12. ass so sy mhon bntuanya sy mo menkh dgn sorg mualaf yg mana dlm islam yg mnjdi wli hrslah muslim sdngkan dia kturunan tionghoa jdi hrs siapakah yg mnjdi wli dan sksi dri dia….?
    trims ats bntuanya
    wasslm

  13. ass
    maaf mau tanya klo ada seseorang menikah dg saudara sepupunya sendiri (ponakan) itu hukumnya gmna ya ,,

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: